Kesaksian Driver Ojol Korban Pengainayaan di Kompleks Yohan Sorong,Pelaku Bukan Calon Penumpang

Ringkasan Berita:
- Driver ojol Maxim, Muhammad Taufiqurrahman menyampaikan kesaksian soal penganiayaan di Kompleks Yohan, Kota Sorong.
- Pada Kamis (22/1/2026), sekitar pukul 13.30 WIT menerima orderan dari akun wanita di Klademak III tujuan SMAN 3 Sorong.
- Korban sempat ragu, namun memutuskan lanjut karena hari masih siang.
- Tiba di titik penjemputan, seseorang memegang besi menghampiri lalu tanpa basa basi mengayunkan besi bertubi-tubi.
- Korban berteriak minta tolong, selanjutnya dievakuasi ke rumah seorang warga.
menggapaiasa.com, SORONG - Driver ojek online (ojol) Maxim bernama Muhammad Taufiqurrahman menjelaskan peristiwa penganiayaan yang menimpanya di Kompleks Yohan, Distrik Sorong Kota, Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (22/1/2026), sekitar pukul 13.30 WIT pada saat dirinya hendak menjemput calon penumpang di Klademak III.
"Waktu itu saya dapat orderan calon penumpang dari Kompleks Yohan tujuan SMA Negeri 3 Sorong," ujar Taufiq kepada menggapaiasa.comdi kediamannya, Sabtu (24/1/2026).
Ia mengaku sempat ragu menerima orderan tersebut, sebab sempat ada driver ojol lain nyaris mendapatkan tindakan kekerasan di daerah itu.
Setelah mempertimbangkan situasi yang masih siang, sehingga memutuskan bergerak menjemput calon penumpang.
Sesampainya di lokasi penjemputan, Taufiq pun makin tidak tenang, terlebih lagi pemesan lambat merespons percakapan di kontak aplikasi.
Selang beberapa menit menunggu, terlihat seorang pria tak dikenal berjalan ke arahnya sembari menggenggam besi cor di tangan.
Taufiq sempat berupaya memutar kendaraan hendak meninggalkan lokasi, namun karena panik sehingga tertahan.
"Tiba-tiba saja orang itu serang saya membabi buta sambil bicara tak karuan. Saya pun berteriak minta tolong," ucapnya.
"Jadi yang pukul laki-laki itu, bukan calon penumpang (seperti keterangan Ketua Driver Maxim Sorong Raya Daeng Allu dalam berita sebelumnya). Pemesan ojol ini pakai akun wanita," kata Taufiq.
Menurut Taufiq, dirinya hanya bisa menangkis pukulan bertubi-tubi pelaku dengan tangan kiri.
Pelaku juga mengarahkan pukulan ke kepala, namun korban mengenakan helm sehingga hanya tangan yang terluka.
Taufiq kemudian ambruk bersama motor yang dikendari, lalu si pelaku mengarahkan sasaran hantaman ke bodi motor secara membabi buta.
"Badan saya lemas, saya teriak minta tolong. Tak lama kemudian warga sekitar keluar, mengevakuasi ke rumah," ujarnya.
Peristiwa ini selanjutnya dilaporkan ke kepolisian agar pelaku diproses secara hukum, sehingga tidak ada lagi kasus serupa, terutama yang menyasar driver ojol.
Taufiq juga mengimbau rekan-rekannya agar berhat-hati menerima orderan, terlebih lagi lokasi-lokasi yang dianggap rawan. (menggapaiasa.com/safwan ashari)
Komentar
Posting Komentar