Fortuner vs Pajero Sport: Duel konsumsi BBM, siapa SUV diesel yang paling irit dan tangguh?

Fortuner vs Pajero Sport: Duel konsumsi BBM, siapa SUV diesel yang paling irit dan tangguh? SUARA FLORES - Dalam dunia otomotif Indonesia, dua nama besar yang kerap menjadi perbincangan hangat di segmen SUV ladder frame adalah Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport. Keduanya dikenal sebagai kendaraan tangguh yang mampu melibas berbagai medan, dari jalanan kota hingga jalur off-road. Namun, di tengah persaingan ketat ini, satu pertanyaan yang kerap muncul dari calon konsumen adalah: mana yang lebih irit bahan bakar?

Pertanyaan ini sangat relevan, mengingat konsumsi bahan bakar menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih kendaraan, terutama di tengah harga BBM yang fluktuatif. 

Sebelum membahas konsumsi bahan bakar, penting untuk memahami konfigurasi mesin dari kedua SUV ini. Toyota Fortuner hadir dengan dua pilihan mesin utama: mesin bensin 2.7L Dual VVT-i dan mesin diesel 2.4L 2GD-FTV. Sementara itu, Mitsubishi Pajero Sport juga menawarkan dua varian mesin diesel, yakni 2.4L MIVEC turbo dan 2.5L DI-D.

Mesin diesel umumnya lebih efisien dalam konsumsi BBM dibandingkan bensin, terutama untuk penggunaan jarak jauh atau beban berat. Oleh karena itu, dalam perbandingan ini, kita akan fokus pada varian diesel dari kedua model, karena lebih relevan untuk konsumen yang mengutamakan efisiensi bahan bakar.

Menurut pengujian yang dilakukan oleh beberapa media otomotif nasional, konsumsi BBM Fortuner diesel dengan transmisi otomatis dan penggerak 4x2 mencatatkan angka sekitar 12–13 km/liter untuk rute kombinasi dalam kota dan tol. Sementara itu, Pajero Sport dengan mesin 2.4L MIVEC turbo dan transmisi otomatis 4x2 mampu mencatatkan konsumsi BBM sekitar 13–14 km/liter dalam kondisi serupa.

Perbedaan ini memang tidak terlalu signifikan, namun tetap menunjukkan bahwa Pajero Sport sedikit lebih unggul dalam hal efisiensi bahan bakar. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh teknologi MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control) yang mampu mengatur waktu buka-tutup katup secara variabel, sehingga pembakaran menjadi lebih efisien.

Namun, konsumsi BBM tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi teknis. Gaya berkendara dan kondisi jalan juga sangat memengaruhi efisiensi. Dalam pengujian yang dilakukan oleh SetirKanan.co.id, Fortuner cenderung lebih boros ketika digunakan di dalam kota dengan lalu lintas padat. Hal ini disebabkan oleh bobot kendaraan yang cukup berat dan respons mesin yang cenderung agresif saat akselerasi.

Sebaliknya, Pajero Sport menunjukkan efisiensi yang lebih stabil, baik di dalam kota maupun di jalan tol. Transmisi otomatis 8-percepatan yang digunakan pada Pajero Sport juga berkontribusi dalam menjaga putaran mesin tetap rendah saat melaju di kecepatan tinggi, sehingga konsumsi BBM bisa ditekan.

Toyota Fortuner memiliki kapasitas tangki bahan bakar sekitar 80 liter, sedangkan Pajero Sport sedikit lebih kecil dengan kapasitas 68 liter. Namun, karena konsumsi BBM Pajero Sport lebih irit, jarak tempuh maksimalnya bisa menyamai atau bahkan melampaui Fortuner dalam kondisi ideal.

Sebagai ilustrasi, jika Fortuner mencatatkan konsumsi 12 km/liter, maka dengan tangki penuh ia bisa menempuh sekitar 960 km. Sementara Pajero Sport dengan konsumsi 13,5 km/liter dan tangki 68 liter bisa menempuh sekitar 918 km. Selisihnya memang tipis, namun dalam penggunaan harian, efisiensi Pajero Sport tetap terasa lebih baik, terutama dalam pengisian ulang BBM yang lebih jarang.

Efisiensi BBM tentu berdampak langsung pada biaya operasional jangka panjang. Dengan asumsi penggunaan rata-rata 20.000 km per tahun, selisih konsumsi BBM 1 km/liter bisa berarti penghematan hingga ratusan ribu rupiah per tahun. Jika Pajero Sport mampu menghemat 1 liter BBM setiap 13 km dibanding Fortuner, maka dalam 20.000 km, penghematan bisa mencapai lebih dari 1.500 liter BBM. Dengan harga solar sekitar Rp 13.000 per liter, ini berarti penghematan lebih dari Rp 1,9 juta per tahun.

Dari berbagai forum otomotif dan komunitas pengguna, banyak pemilik Pajero Sport yang mengakui bahwa mobil mereka cukup hemat BBM, terutama untuk perjalanan jauh. Beberapa bahkan melaporkan konsumsi hingga 15 km/liter di jalan tol dengan kecepatan konstan. Sementara itu, pengguna Fortuner umumnya menyebutkan bahwa konsumsi BBM cenderung meningkat saat digunakan di medan menanjak atau saat membawa beban berat.

Namun, perlu dicatat bahwa Fortuner memiliki keunggulan dalam hal kenyamanan suspensi dan jaringan layanan purna jual yang lebih luas, yang bisa menjadi pertimbangan lain di luar efisiensi BBM.

Jika fokus utama adalah efisiensi bahan bakar, maka Mitsubishi Pajero Sport unggul tipis dibanding Toyota Fortuner. Teknologi mesin MIVEC, transmisi 8-percepatan, dan efisiensi pembakaran yang lebih baik menjadikan Pajero Sport pilihan yang lebih hemat BBM dalam berbagai kondisi.

Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada preferensi pribadi, kebutuhan penggunaan, dan pertimbangan lain seperti kenyamanan, fitur, serta layanan purna jual. Fortuner tetap menjadi pilihan solid dengan reputasi merek yang kuat dan nilai jual kembali yang tinggi.***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RENUNGAN HARI INI. AYUB 1:1-22. TETAP BERSYUKUR DI TENGAH UJIAN

KJ NO.29. Di Muka Tuhan Yesus

Cara Akurat Menghitung Dosis Obat: Rumus dan Contoh Praktisnya