Sungai Plumbon terlalu sempit, BBWS jelaskan alasan talud Mangunharjo jebol

menggapaiasa.com, SEMARANG- Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Sudarto angkat bicara terkait jebolnya tiga titik talud di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan penanganan darurat di Sungai Plumbon untuk mencegah banjir susulan.
Ia mengatakan, penanganan sementara dilakukan dengan menutup talud jebol menggunakan sandbag dan geobag.
Menurut Sudarto, kondisi Sungai Plumbon sudah tidak mampu lagi menampung debit air yang masuk karena ukuran penampang sungai terlalu sempit.
"Kapasitas sungai sudah sangat minim sekali sehingga ke depannya kita perlu perlebarkan sungai. Saat ini kita sedang melakukan penanganan darurat dulu sambil nanti menunggu hasil pelaksanaan desain selanjutnya," kata Sudarto, Kamis (11/12/2025).
Sudarto memperkirakan pelebaran ideal sungai bisa mencapai sekitar 30 meter, meski angka tersebut masih bersifat perkiraan awal.
Detail lebar akan ditentukan melalui desain teknis berdasarkan perhitungan daerah tangkapan air di hulu.
Namun, menurutnya, rencana pelebaran Sungai Plumbon tersebut menghadapi tantangan. Selain membutuhkan biaya besar, pembebasan lahan rumah warga yang terdampak juga masih menjadi kendala.
Sudarto menegaskan, proses pembebasan lahan bukan ditangani oleh BBWS, melainkan Pemerintah Kota Semarang.
"Jadi yang membebaskan Pemkot. Kami hanya melaksanakan pembangunannya," katanya. (idy)
Posting Komentar untuk "Sungai Plumbon terlalu sempit, BBWS jelaskan alasan talud Mangunharjo jebol"
Posting Komentar