Populer Palangka Raya,Wisata Nyaru Menteng Primadona Diserbu Pengunjung saat Sepanjang 2025
Mengenal Huma Sarita, Komunitas Inklusi Anak untuk Belajar Bercerita dan Menggambar
Ringkasan Berita: Komunitas Huma Sarita menjadi wadah inklusi untuk anak belajar mendongeng hingga menggambar.Huma Sarita diambil dari bahasa Dayak Ngaju yang berarti Rumah Bercerita.Komunitas ini mulai digagas sejak 28 November 2024.Lalu resmi meluncurkan basecamp sekaligus melaksanakan kegiatan perdana, pada Minggu (11/1/2026).
menggapaiasa.com, PALANGKA RAYA - Minimnya ruang belajar kreatif untuk anak di Palangka Raya mendorong lahirnya Komunitas Huma Sarita.
Huma Sarita merupakan sebuah wadah inklusi untuk anak belajar mendongeng hingga menggambar.
Huma Sarita diambil dari bahasa Dayak Ngaju yang berarti Rumah Bercerita.
Komunitas ini mulai digagas sejak 28 November 2024.
Baca Selengkapnya
Update Harga Emas Hari Ini di Pasar Baru Palangka Raya Naik Lagi per 11 Januari 2026
Ringkasan Berita:
- Harga emas perhiasan di Komplek Pasar Baru Palangka Raya kembali mengalami kenaikan pada Minggu (11/1/2026).
- Berdasarkan informasi harga yang berlaku di sejumlah toko emas Pasar Baru, harga emas perhiasan jenis USA kini berada di kisaran Rp2.400.000 per gram.
- Sementara itu, emas perhiasan kadar 999 juga tercatat mengalami kenaikan, dari sebelumnya sekitar Rp2.420.000 per gram menjadi Rp2.450.000 per gram.
menggapaiasa.com, PALANGKA RAYA – Harga emas perhiasan di Komplek Pasar Baru Palangka Raya kembali mengalami kenaikan pada Minggu (11/1/2026), melanjutkan tren penguatan harga yang terjadi sejak awal Januari 2026.
Berdasarkan informasi harga yang berlaku di sejumlah toko emas Pasar Baru, harga emas perhiasan jenis USA kini berada di kisaran Rp2.400.000 per gram.
Angka tersebut naik dibandingkan beberapa hari sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp2.370.000 per gram.
Taman Segitiga Jadi Ruang Bermain Gratis Warga, Alternatif Santai Wisata Tengah Kota Palangka Raya
menggapaiasa.com, PALANGKA RAYA – Deretan pepohonan rindang menyambut siapa pun yang melangkah masuk ke Taman Segitiga atau Taman Habarung Hurung, sebuah ruang terbuka hijau yang berada di Jalan Rinjani, Kota Palangka Raya, kurang dari satu kilometer dari Bundaran Besar.
Pada sore hari, taman ini tidak terlihat ramai.
Suasananya cenderung tenang, hanya sesekali terdengar tawa anak-anak yang bermain di antara wahana warna-warni.
Sejumlah warga tampak datang silih berganti, sebagian duduk santai di kursi taman, sementara anak-anak mereka berlarian mencoba perosotan dan jungkat-jungkit.
Destinasi Wisata Lokal Palangka Raya Diminati, Kunjungan Capai Ratusan Ribu Sepanjang 2025
Ringkasan Berita:
- Sejumlah destinasi wisata alam dan ruang terbuka di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah kerap dikunjungi warga, terutama pada momen libur dan akhir pekan.
- Berdasarkan data Disparbudpora Palangka Raya, total kunjungan wisatawan selama 2025 mencapai 644.270 orang.
- Empat destinasi wisata utama di Palangka Raya, yakni Hutan Kota Nyaru Menteng, Wisata Alam Sei Batu, Air Hitam Kereng Bangkirai, dan Sei Koran, yang hingga kini masih menjadi tujuan utama wisatawan.
menggapaiasa.com, PALANGKA RAYA – Wisata lokal di Kota Palangka Raya masih menjadi pilihan masyarakat sepanjang tahun 2025.
Sejumlah destinasi wisata alam dan ruang terbuka di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah kerap dikunjungi warga, terutama pada momen libur dan akhir pekan.
Meski demikian, tingkat kunjungan wisata tidak berlangsung merata sepanjang tahun.
Komunitas Inklusif bagi Anak Disabilitas Masih Minim di Palangka Raya
Ringkasan Berita:
- Huma Sarita menjadi ruang yang sangat berarti bagi anak-anak disabilitas, khususnya penyandang tuli, karena mereka diberi kesempatan untuk berkolaborasi, berkarya, dan tidak dipandang sebelah mata.
- Guru Sekolah Khusus (SKH) 1 Palangka Raya, Renny Marliana mengatakan, komunitas literasi dan lain-lain memang cukup banyak di Palangka Raya.
- Harapan besar kepada Pemerintah Kota Palangka Raya agar menyediakan wadah bagi penyandang disabilitas setelah lulus dari sekolah, khususnya dalam dunia kerja.
menggapaiasa.com, PALANGKA RAYA - Keberadaan komunitas inklusif seperti Huma Sarita dinilai masih sangat terbatas di Kota Palangka Raya.
Padahal, komunitas semacam ini memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan diri serta ruang berekspresi bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Guru Sekolah Khusus (SKH) 1 Palangka Raya, Renny Marliana mengatakan, komunitas literasi dan lain-lain memang cukup banyak di Palangka Raya.
Komentar
Posting Komentar