SUNMORI Tolitoli: Aksi bersatu instansi vertikal yang mengubah jalanan menjadi ruang kepedulian

menggapaiasa.com   Dalam lanskap sosial Kabupaten Tolitoli yang terus berkembang, sebuah inisiatif lintas lembaga pada Minggu, 28 Desember 2025, menghadirkan nuansa berbeda di jalanan. Sunday Morning Ride (SUNMORI), yang biasanya identik dengan hobi bersepeda motor di akhir pekan, menjelma menjadi panggung solidaritas publik ketika instansi vertikal Tolitoli memadukannya dengan bakti sosial, pemberian bantuan paving, dan layanan kesehatan massal.

Di bawah langit pagi yang cerah, iring-iringan peserta memulai perjalanan dari PLN Tolitoli.

Dentuman mesin motor tidak sekadar menandai dimulainya rute menuju Pesantren Dapalak dan Lampasio, tetapi juga menjadi simbol gerak bersama dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini menutup rutenya di SPBU Sidoarjo, di mana agenda sosial telah menanti.

Kolaborasi yang melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan PLN UP3 Tolitoli tersebut menjadi sorotan, menghadirkan wajah baru koordinasi antarinstansi. Bukan hanya sebatas seremoni atau foto bersama, melainkan aksi langsung yang diharapkan beresonansi hingga ke tingkat akar rumput.

Kapolres Tolitoli, AKBP Wayan Wayracana Aryawan, S.I.K., memimpin langsung barisan peserta, menunjukkan bahwa kepedulian sosial bukan hanya tugas instansi tertentu, melainkan gerakan kolektif. Keikutsertaan aparat kepolisian bersama tenaga kesehatan dan komunitas lokal memberi bobot moral sekaligus pesan kuat tentang kemitraan publik.

Pemberian bantuan paving menjadi elemen yang menonjol dalam kegiatan itu. Bagi masyarakat yang selama ini bergulat dengan keterbatasan fasilitas lingkungan, langkah ini membawa harapan akan infrastruktur yang lebih layak dan berkelanjutan. Di banyak tempat, peningkatan sarana dasar menjadi penentu kualitas hidup sehari-hari.

Di sisi lain, layanan kesehatan massal yang digelar IDI menggambarkan urgensi perhatian terhadap kesehatan masyarakat. Puluhan warga tampak memanfaatkan kesempatan itu untuk memeriksakan kondisi mereka—sebuah potret kebutuhan yang sering terpendam di wilayah terpencil, namun penting untuk diangkat ke permukaan.

SUNMORI kali ini juga berhasil mengubah persepsi publik tentang kegiatan komunitas bermotor. Alih-alih sekadar perjalanan akhir pekan, event ini menanamkan ide bahwa setiap aktivitas sosial punya potensi menjadi motor perubahan jika digerakkan bersama. Peserta tidak hanya menikmati perjalanan, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sosial.

Sepanjang rute, kebersamaan lintas institusi terlihat cair. Tidak ada sekat hierarkis atau birokratis. Yang tersisa hanyalah energi kolektif yang mendorong pesan sederhana: kolaborasi adalah kunci. Momentum seperti ini menggarisbawahi bagaimana aksi kecil yang terkoordinasi dapat berdampak signifikan bagi komunitas.

Kegiatan yang dirancang sederhana ini pada akhirnya memunculkan pertanyaan yang lebih besar tentang masa depan partisipasi sosial di Tolitoli. Apakah kolaborasi semacam ini dapat menjadi model bagi kegiatan instansi di masa mendatang? Banyak pihak menilai hal itu mungkin, selama ada komitmen dan ruang bersama untuk terus bekerja lintas sektor.

SUNMORI 2025 Tolitoli menutup kegiatannya tanpa gegap gempita, namun dengan rasa optimisme. Di tengah tantangan sosial yang terus bergulir, aksi seperti ini membuktikan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari skala besar. Kadang, perubahan hadir dari sebuah perjalanan pagi yang dilakukan bersama—dengan tujuan mulia dan langkah yang seirama.***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RENUNGAN HARI INI. AYUB 1:1-22. TETAP BERSYUKUR DI TENGAH UJIAN

KJ NO.29. Di Muka Tuhan Yesus

Cara Akurat Menghitung Dosis Obat: Rumus dan Contoh Praktisnya