PT CPM klaim terapkan speak up untuk cegah kekerasan terhadap pekerja perempuan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/PT-CPM-Klaim-Terapkan-Speak-Up-untuk-Cegah-Kekerasan-terhadap-Pekerja-Perempuan.jpg)
Ringkasan Berita:
- PT CPM menerapkan kebijakan “Speak Up” untuk pelaporan pelecehan dan kekerasan di lingkungan perusahaan.
- Perusahaan berkomitmen pada pemberdayaan perempuan, dengan tidak mencantumkan gender dalam rekrutmen dan menargetkan hingga 30 persen karyawan berasal dari kalangan perempuan.
- Diskusi publik Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan digelar KPKP-ST bersama PT CPM dan dihadiri Pemkot Palu serta Dinas PPA, dengan peserta didominasi kaum perempuan.
Laporan Wartawan menggapaiasa.com, Supriyanto Ucok
menggapaiasa.com, PALU -Pimpinan PPM CSR PT CPM, Yayuk menyampaikan bahwa PT CPM sampai saat ini belum pernah melakukan kasus kekerasan seksual kepada kaum pekerja perempuan diruang lingkup perusahaan.
Hal itu ia sampaikan dalam diskusi publik yang diselenggarakan oleh Yayasan Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan Sulawesi Tengah (KPKP-ST) bersama PT Citra Palu Minerals (CPM) di Cafe Madalle Jl Nokilalaki Utara Kelurahan Besusu Timur, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu pada Sabtu (27/12/2025).
Sebagai salah satu perempuan di dalam perusahaan, Yayuk mengungkapkan selama 11 tahun bekerja di PT CPM tidak pernah mendapatkan perilaku yang tidak mengenakkan.
"Karena PT CPM sendiri menerapkan slogan "Speak Up" untuk apa saja yang tidak sesuai aturan termasuk pelecehan dan kekerasan fisik," jelasnya.
Dengan berpakaian perusahaan PT CPM, Pimpinan PPM CSR itu mengatakan selama ini pihak perusahaan berkomitmen untuk memajukan UMKM masyarakat di lingkar tambang.
Menyangkut tema diskusi tentang "Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan", ia menyampaikan selama ini PT CPM tidak pernah mencantumkan jenis kelamin dalam setiap penerimaan karyawan baru.
Hal itu ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada calon pekerja untuk bisa berkesempatan melamar di perusahaan PT CPM itu.
"Sebagai perusahaan kami berkeinginan untuk memberdayakan perempuan. Jika diharapkan bisa mencapai 30 persen karyawan kami dari perempuan," ucap Yayuk dalam kesempatannya.
Hadir dalam diskusi publik Sekkot Palu, Irmayanti Pettalolo, Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA).
Pantauan menggapaiasa.com, sekitar 50 orang peserta hadir yang didominasi oleh kaum perempuan baik anak muda maupun orang tua.(*)
Komentar
Posting Komentar