Pengantin perempuan tolak tinggal di rumah suami dan batalkan pernikahan, sebut mertuanya tak ramah

Pengantin perempuan tolak tinggal di rumah suami dan batalkan pernikahan, sebut mertuanya tak ramah

menggapaiasa.com Viral pengantin perempuan menolak untuk tinggal bersama suaminya beberapa menit setelah tiba di rumah mertuanya.

Penolakan tersebut terjadi karena pengantin wanita menilai perilaku mertuanya tidak ramah.

Dilansir dari India Today, Senin (29/12/2025) kejadian ini diketahui terjadi di Uttar Pradesh, India.

Dalam rangkaian peristiwa yang dramatis, pengantin wanita menolak untuk tinggal bersama suaminya hanya dalam waktu 20 menit setelah tiba di rumah mertuanya.

Penolakan tersebut mengakibatkan pertikaian antara keluarga selama lima jam.

Tak hanya itu saja, penolakan tersebut juga mengakibatkan pembubaran pernikahan dan merugikan pengantin wanita secara materi.

Menurut laporan media, pernikahan tersebut dilangsungkan di sebuah gedung pernikahan di Deoria dengan ritual Hindu lengkap, termasuk Dwar Puja dan Jaimala.

Pernikahan itu juga dilaksanakan dengan penuh kemegahan dan tradisi.

Keesokan paginya setelah pernikahan, sang pengantin wanita tiba di rumah mertuanya.

Para perempuan dari keluarga dan tetangga memulai upacara adat Dulha Chehra Dikhai.

Di tengah-tengah ritual, sang pengantin wanita tiba-tiba melangkah keluar dari rumah.

Ia bersikeras ingin segera menelepon orang tuanya.

Ketika ditanya, pengantin wanita menyatakan bahwa dia tidak akan tinggal bersama mertuanya.

Ia ingin segera kembali pulang ke rumah orangtuanya.

Sedangkan mempelai pria dan keluarganya mencoba menghibur dan membujuknya untuk tetap tinggal di rumah.

Bahkan mempelai pria berjanji akan memberikan rumah yang besar di kemudian hari.

Tetapi pengantin wanita menolak untuk tetap tinggal meskipun sudah berkali-kali mencoba.

Tak lama kemudian, keluarga mempelai wanita tiba.

Mereka pun mencoba berunding, tetapi sang pengantin wanita tetap teguh pada keputusannya.

Akhirnya pengantin wanita mengungkap alasannya tidak ingin tinggal di rumah mertuanya.

Ia mengatakan mertuanya bersikap tidak ramah dan sopan terhadapnya.

Ia merasa kecewa dan sakit hati dengan perilaku mertuanya, sehingga ia memilih untuk pergi.

Dengan meningkatnya ketegangan, sebuah panchayat setempat diadakan, yang berlangsung selama hampir lima jam.

Akhirnya, kedua keluarga sepakat untuk mengakhiri pernikahan dengan persetujuan bersama.

Barang-barang dan hadiah yang dipertukarkan selama pernikahan dikembalikan oleh kedua belah pihak, dan pengantin wanita pun pergi bersama keluarganya.

Masalah ini sempat sampai ke Dial 112, tetapi tidak ada pengaduan resmi yang terdaftar.

Kepala kantor polisi Bhaluani, Pradeep Pandey, mengonfirmasi bahwa masalah tersebut telah sampai ke pihaknya tetapi belum meningkat menjadi kasus resmi di polisi.

“Kedua belah pihak berpisah atas kesepakatan bersama di panchayat itu sendiri,” katanya.

Kejadian aneh ini telah memicu diskusi di wilayah tersebut, dengan banyak orang terkejut bagaimana sebuah pernikahan yang diawali dengan perayaan megah bisa berakhir dalam rentang waktu beberapa jam.

(cr19/menggapaiasa.com)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RENUNGAN HARI INI. AYUB 1:1-22. TETAP BERSYUKUR DI TENGAH UJIAN

KJ NO.29. Di Muka Tuhan Yesus

Cara Akurat Menghitung Dosis Obat: Rumus dan Contoh Praktisnya