Masyarakat Samalanga harapkan bantuan alat berat untuk bersihkan lumpur pascabanjir

Ringkasan Berita:
- Satu bulan pascabanjir bandang di Bireuen, ratusan rumah dan fasilitas umum di Samalanga masih dipenuhi lumpur tebal.
- Warga berharap pemerintah segera menurunkan alat berat karena upaya pembersihan manual tidak efektif.
- Meski sebagian jalan sudah dibersihkan, banyak lorong, halaman rumah, dan saluran air masih tertimbun endapan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Banda Aceh
menggapaiasa.com, BIREUEN –Satu bulan pascabanjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen, kondisi permukiman warga di Kecamatan Samalanga masih memprihatinkan.
Ratusan rumah dan sejumlah fasilitas umum hingga kini masih dipenuhi endapan lumpur tebal yang menyulitkan aktivitas sehari-hari.
Ketua PMI Samalanga, Faisal yang juga Keuchik Mideun Jok menyampaikan, harapan agar pemerintah segera mengirimkan alat berat untuk membantu membersihkan lumpur yang menumpuk di rumah warga maupun di jalan-jalan desa.
Menurutnya, meski Pemkab Bireuen telah melakukan pembersihan di beberapa titik, banyak rumah warga yang belum tersentuh sama sekali.
Pantauan di Desa Kandang menunjukkan, tumpukan lumpur masih berada di kiri kanan jalan.
Sebagian warga berusaha membersihkan dengan peralatan seadanya.
Bahkan ada yang membuat saluran kecil dari dalam rumah untuk mengalirkan lumpur keluar.
Namun, tebalnya endapan membuat upaya tersebut tidak cukup efektif.
Camat Samalanga, M Rizal, didampingi Imum Mukim Mesjid Raya, Jamaluddin menegaskan, bahwa bantuan alat berat sangat dibutuhkan.
“Masih banyak rumah dan pemukiman warga yang tertimbun tanah dan pasir. Jika tidak segera dibersihkan, saat hujan air akan kembali masuk ke rumah,” ujarnya.
Beberapa gampong bahkan sudah berinisiatif menggunakan dana desa untuk membantu proses pembersihan.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, pascabanjir, Bupati Bireuen, H Mukhlis telah mengerahkan alat berat untuk membersihkan jalan utama di pusat kota Samalanga, pasar, serta jalur penghubung dari Gampong Baro, Kandang, Putoh, Mideun Jok, hingga Miduen Geudong menuju jalan nasional Bate Iliek.
Rata-rata endapan tanah yang dibersihkan mencapai setinggi satu meter.
Namun, menurut Mustawa atau Keuchik Caplen, yang memimpin pembersihan jalan pascabanjir, masih banyak lorong, halaman rumah, dayah, dan saluran air yang tertimbun lumpur.
Ia menyebutkan, tahap kedua pembersihan akan dilakukan dengan menurunkan alat berat berukuran kecil agar bisa menjangkau titik-titik sempit, termasuk sekolah dan rumah warga.(*)
Komentar
Posting Komentar