Kepala BMKG kaitkan aspek SDM dengan akurasi ramalan cuaca

KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan salah satu penentu keakuratan informasi cuaca dan iklim adalah layanan di tingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT) daerah. Ketika berkunjung ke Stasiun Meteorologi Raja Haji Abdullah Tanjung Balai Karimun di Kepulauan Riau, Ahad, 28 Desember 2025, mengatakan kelembagaan BMKG dibangun melalui kerja sama yang solid di seluruh lini organisasi, dari unit pusat maupun daerah.
“Dengan memperkuat infrastruktur dan kapasitas sumber daya manusia, pengawasan terhadap fenomena alam bisa dilakukan secara real-time dan berkelanjutan,” katanya melalui keterangan tertulis, pada hari yang sama.
Faisal menyoroti tantangan besar sektor pertanian Indonesia, yaitu ihwal ketergantunan pada cuaca. Saat ini 24 persen lahan sawah lokal yang teraliri sistem irigasi. Selebihnya masih bergantung pada air hujan.
“Kita harus mencontoh negara maju yang mampu mengelola resolusi air di akhir musim hujan agar cukup untuk satu musim tanam,” tutur Faisal.
Salah satu langkah terkini yang dipakai untuk mengatur hujan dan memitigasi risiko kekeringan adalah teknologi modifikasi cuaca. Namun, kebijakan ini juga tak semudah itu diterapkan mengingat biayanya bisa mencapai Rp 300 juta untuk sekali penerbangan. Biaya untuk operasi tersebut biasanya datang dari pemerintah daerah yang ingin meredam hujan ekstrem, dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) untuk penanganan kondisi bencana, serta dari perusahaan perkebunan untuk mencegah dan menghentikan kebakaran lahan.
Semua pembiayaan tersebut masuk ke dalam Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari BMKG. "Cukup mahal untuk melaksanakan, sehingga perlu menentukan prioritas daerah mana yang mendapatkan operasi modifikasi cuaca," ujarnya pada 1 Desember 2025.
Faisal menginstruksikan seluruh jajaranya untuk memperbaiki tata kelola sumber daya manusia dan menekankan pentingnya sistem tour of duty yang transparan. Tujuannya, kata Faisal, agar pegawai di unit pusat dan teknis, dari Sumatera hingga Papua, memiliki pengalaman lapangan yang luas sebelum menduduki jabatan strategis. “Jadikan semua orang sebagai guru dan semua tempat sebagai sekolah,” ujar dia.
Posting Komentar untuk "Kepala BMKG kaitkan aspek SDM dengan akurasi ramalan cuaca"
Posting Komentar