Butuh healing akhir tahun 2025? Ini 5 tempat wisata terbaik di Pati untuk liburan hemat bareng keluarga besar

menggapaiasa.com - Akhir tahun 2025 menjadi momen yang tepat untuk mencari destinasi liburan yang menawarkan ketenangan sekaligus pengalaman berkesan. Kabupaten Pati di Jawa Tengah muncul sebagai salah satu pilihan menarik berkat ragam wisata alam dan budaya yang sedang naik daun.
Mulai dari waduk bersejarah, perbukitan eksotis, hingga hutan pinus yang menenangkan, semuanya bisa menjadi tempat healing terbaik.
Pati tak hanya terkenal dengan kuliner khasnya seperti nasi gandul atau sega tewel, tetapi juga memiliki sejumlah destinasi wisata yang semakin populer sepanjang 2025.
Banyak spot yang viral di media sosial berkat pemandangan fotogenik, udara sejuk, dan aktivitas wisata yang ramah untuk keluarga maupun anak muda.
Bagi wisatawan yang sedang merencanakan liburan akhir tahun, berikut lima tempat wisata hits di Pati yang wajib masuk daftar kunjungan. Kelimanya menawarkan daya tarik unik yang membuat perjalanan semakin memorable.
1. Waduk Seloromo – Spot Sunset Spektakuler di Lereng Muria
Waduk Seloromo atau Waduk Gembong menjadi salah satu ikon wisata Pati yang paling ramai dikunjungi sepanjang 2025. Berada di lereng Gunung Muria dan sudah berdiri sejak era Belanda pada 1930-an, waduk ini menawarkan panorama alam yang menenangkan.
Terletak di Desa Gembong, hanya 13 km dari pusat Kota Pati, akses menuju lokasi sangat mudah baik dari Pati maupun kota terdekat seperti Kudus dan Jepara. Biaya parkirnya pun terjangkau, yakni Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Daya tarik utama Waduk Seloromo terletak pada pemandangan perbukitan hijau, refleksi air yang indah, serta sunset menakjubkan pada pukul 16.00–18.00 WIB. Spot ini populer untuk fotografi, piknik, hingga foto pre wedding. Sepanjang libur Lebaran hingga Nataru 2025, kunjungan mencapai 400–600 orang per hari, menandakan tingginya minat wisatawan.
2. Wisata Agro Jollong – Perkebunan Kopi dan Wahana Keluarga
Wisata Agro Jollong menjadi destinasi agrowisata favorit di Pati, menawarkan suasana asri khas lereng Gunung Muria dengan hamparan perkebunan kopi.
Berada di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, jaraknya sekitar 18–19 km dari pusat kota dengan akses jalan mulus meski menanjak dan berkelok. Tempat ini buka setiap hari pukul 06.00–17.00 WIB.
Selain kebun kopi luas, berbagai wahana seperti flying fox, ATV, outbound kids, rumah pohon, gardu pandang, hingga terapi ikan menjadi magnet bagi pengunjung. Harga wahana mulai Rp5.000 membuatnya ramah di kantong. Spot foto terkenal berupa tugu teko cangkir kopi raksasa juga menjadi favorit wisatawan.
Fasilitas lengkap mulai dari musala, gazebo, kolam pemancingan, hingga camping ground menjadikan tempat ini ideal untuk keluarga atau rombongan. Sepanjang 2025, Agro Jollong semakin hits berkat acara Sound Vibes 2025 serta lokasinya yang dekat dengan Waduk Seloromo.
3. Bukit Pandang Kayen – Panorama Perbukitan Kendeng dari Ketinggian
Bukit Pandang Kayen menawarkan keindahan alam dari ketinggian sekitar 200 mdpl dengan pemandangan perbukitan Kendeng yang luas dan memukau.
Terletak di Desa Duren Sawit, Kecamatan Kayen, lokasinya dapat dijangkau sekitar 40 menit dari pusat Kota Pati. Tiket masuk hanya Rp5.000 per orang, kemudian dilanjutkan dengan pendakian menuju puncak.
Di puncak, wisatawan akan menemukan gardu pandang utama dengan view eksotis, lengkap dengan spot foto Instagramable seperti rumah pohon, panggung kupu kupu, hingga panggung bertuliskan "I Love You". Sejak dibuka pada 2017, destinasi ini tetap menjadi favorit anak muda Pati.
Meski beberapa spot sempat rusak akibat pandemi, pengelola terus melakukan pembenahan. Pengunjung harian kini mencapai sekitar 70 orang, dengan rencana pengembangan taman batu dan kolam renang.
4. Hutan Pinus Gunungsari – Udara Segar dan Suasana Tenang
Hutan Pinus Gunungsari atau Hutan Pinus Pangonan merupakan destinasi yang sangat pas untuk healing berkat udara sejuk dan suasana teduh dari deretan pohon pinus yang menjulang.
Berlokasi di Desa Gunungsari atau Pangonan, Kecamatan Tlogowungu, jarak tempuhnya sekitar 23–24 km dari pusat Pati. Tiket masuk Rp3.000 per orang, ditambah biaya parkir Rp3.000–5.000. Tempat ini buka setiap hari pukul 07.00–17.00 WIB.
Daya tarik utamanya berupa gardu pandang dan rumah pohon dengan panorama pegunungan Muria yang fotogenik. Pengunjung bisa menikmati kopi lokal di tengah hutan luas yang mencapai lebih dari seribu hektare. Tempat ini sangat populer di musim liburan seperti tahun baru.
Fasilitas seperti warung makan, musala, toilet, dan area duduk tersedia lengkap. Dikelola oleh BUMDes Gunungsari bekerja sama dengan Perhutani, kawasan ini terus dikembangkan sebagai wisata alam berkelanjutan.
5. Pulau Seprapat – Wisata Budaya dengan Aura Mistis
Pulau Seprapat menjadi destinasi unik di Pati karena perpaduan wisata budaya, sejarah, dan legenda lokal. Pulau kecil ini berlokasi di tepi Sungai Silugonggo, dekat Pelabuhan Ikan Juwana.
Akses menuju pulau sangat mudah dari pusat Kota Pati, sekitar 20–25 km ke arah utara. Wisatawan dapat datang melalui jalur darat atau menggunakan perahu kecil saat acara tertentu seperti ziarah atau sedekah laut.
Pulau ini dikenal dengan pepohonan tua yang rindang, menciptakan suasana teduh untuk rekreasi keluarga. Di bagian tengah pulau terdapat makam keramat Ki Lodang Datuk yang menjadi pusat kegiatan ziarah dan pengajian yang dapat menarik ratusan warga setiap tahunnya.
Kisah legenda tentang pedagang Cina dan cerita pesugihan membuat pulau ini memiliki aura mistis yang kuat. Meski bukan wisata massal, Pulau Seprapat tetap menarik bagi pencinta budaya dan sejarah lokal.
Dengan berbagai pilihan destinasi yang menawarkan keindahan alam, ketenangan, hingga cerita budaya, Kabupaten Pati menjadi pilihan ideal untuk liburan akhir tahun 2025. Mulai dari menikmati sunset di Waduk Seloromo, serunya wahana di Agro Jollong, hingga suasana magis Pulau Seprapat, semuanya memberikan pengalaman unik yang sayang dilewatkan. Pati siap menjadi tujuan healing terbaik untuk menutup tahun dengan penuh kesan.***
Komentar
Posting Komentar