Arsari Group masuk jadi pemegang saham, saham Indokripto (COIN) malah amblas

menggapaiasa.com, JAKARTA — Saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN) terpantau melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (10/12/2025), usai perseroan mengumumkan perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo masuk sebagai pemegang saham.
Berdasarkan data RTI Infokom, saham COIN mengalami penurunan 11,28% menjadi Rp4.090 pada Selasa (10/12/2025). Namun, sejak awal tahun ini saham COIN sudah terbang 2.929,63%.
Arsari Group resmi menjadi salah satu pemegang saham emiten ekosistem aset kripto PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN). Perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo itu masuk ke COIN melalui entitas investasinya yakni PT Arsari Nusa Investama.
Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasional Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo menjelaskan keputusan investasi Arsari di COIN merupakan bentuk dukungan nyata terhadap transformasi digital Indonesia.
Terlebih, Arsari memiliki visi yang sejalan dengan COIN beserta entitas anaknya, PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC).
“Kami melihat COIN memiliki fondasi kuat serta ekosistem yang lengkap dan paling siap untuk menjadi katalis dalam membangun dan mengembangkan industri aset digital nasional, termasuk aset kripto dengan mengedepankan tata kelola yang baik,” kata Aryo dalam keterangan tertulis pada Rabu (10/12/2025).
Menurut Aryo, ekosistem aset digital di Indonesia telah lengkap. Ditambah, ada dukungan regulasi yang semakin matang melalui pengawasan aset digital oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Indonesia juga memiliki peluang besar untuk menjadi pusat inovasi aset digital serta pusat perdagangan aset digital di Asia Tenggara.
Indonesia juga menempati posisi strategis sebagai salah satu pasar aset kripto terbesar di dunia. Mengacu data OJK hingga akhir Oktober 2025, jumlah pengguna aset kripto telah mencapai lebih dari 18 juta konsumen. Sementara, total nilai transaksi kripto di Indonesia telah menembus Rp409,56 triliun.
Direktur Utama Indokripto Koin Semesta Ade Wahyu menjelaskan kehadiran Arsari Group memberikan nilai tambah yang signifikan bagi COIN, terutama dalam memperkuat tata kelola yang baik untuk korporasi skala besar.
“Selain itu, masuknya Arsari Group juga meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada industri aset digital secara umum, serta khususnya kepada COIN,” kata Ade.
COIN sendiri merupakan emiten baru yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2025. Mengacu laporan komposisi pemegang saham per 30 November 2025, pemegang saham pengendali di COIN dengan kepemilikan terbesar adalah PT Megah Perkasa yakni 3,52 miliar saham atau 23,99%. Kemudian, PT Bahana Nusantara sebesar 2,93 miliar saham atau 19,93%.
Pengendali lain Budi Mardiono yang menguasai 1,16 miliar saham (7,93%) dan PT Teknologi Anak Nusantara dengan kepemilikan 750 juta saham (5,1%).
Sementara, penerima manfaat akhir perusahaan adalah Andrew Hidayat, Jeth Soetoyo, Budi Mardiono, dan Aaron Ang Nio.
Dari sisi kinerja keuangannya, COIN telah mampu meraup laba bersih sebesar Rp41,08 miliar per kuartal III/2025, berbalik dari kondisi rugi pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp6,85 miliar.
Catatan profitabilitas kinclong COIN itu diraih seiring dengan pendapatan yang melonjak 19 kali lipat atau 1.987,22% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp204,63 miliar per kuartal III/2025, dibandingkan Rp9,8 miliar per kuartal III/2024.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. menggapaiasa.comtidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Posting Komentar untuk "Arsari Group masuk jadi pemegang saham, saham Indokripto (COIN) malah amblas"
Posting Komentar