7.259 warga Sulbar melepas lajang hingga akhir 2025, ada 950 pasangan memilih menikah di Juni

7.259 warga Sulbar melepas lajang hingga akhir 2025, ada 950 pasangan memilih menikah di Juni
Ringkasan Berita:
  • Kanwil Kemenag Sulbar mencatat tren kenaikan pernikahan sepanjang 2025, diperkirakan mencapai 7.618 peristiwa, naik 8 persen dibanding 2024.
  • Polewali Mandar menjadi kabupaten dengan pernikahan tertinggi, sementara bulan Juni tercatat sebagai puncak pernikahan dengan 950 peristiwa.
  • Kemenag Sulbar menekankan pengawasan ketat untuk menekan pernikahan dini dan pernikahan siri, sekaligus mendorong pendaftaran resmi melalui program "Gas Pencatatan".
 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mencatat adanya tren kenaikan angka pernikahan di sepanjang 2025. 

Program "Gas Pencatatan" yang dicanangkan Menteri Agama dinilai menjadi motor penggerak meningkatnya kesadaran warga untuk meresmikan ikatan pernikahan secara negara.

Ketua Tim Kepenghuluan Kanwil Kemenag Sulbar, H. Syamsumarlin, mengungkapkan berdasarkan data hingga November 2025, tercatat sebanyak 7.259 peristiwa nikah di Sulbar 

Angka ini diprediksi akan terus melonjak hingga tutup tahun.

"Jika melihat tren tahun lalu, rata-rata pernikahan di bulan Desember mencapai 350 hingga 400 peristiwa. Kami memperkirakan total hingga akhir tahun nanti bisa mencapai 7.618 peristiwa nikah," ujar Syamsumarlin mengenakan kemeja putih dan peci putih, saat ditemui di Kantor Kemenag Sulbar, Senin (29/12/2025).

Jika prediksi angka 7.618 tersebut terealisasi, maka Sulbar mengalami kenaikan jumlah pernikahan sekitar 8 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya menyentuh angka 7.032 peristiwa.

Menurut Syamsumarlin, kenaikan ini merupakan hasil dari program "Gas Pencatatan" yang mendorong warga, termasuk mereka yang sebelumnya enggan menikah secara administratif atau pelaku pernikahan siri, untuk segera mendaftarkan diri ke KUA.

Rincian Data Pernikahan per Kabupaten (Januari - November 2025)

Berdasarkan data rekapitulasi, Polewali Mandar menjadi wilayah dengan aktivitas pernikahan tertinggi di Sulbar.

Data menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam setiap bulannya. 

Namun, terdapat satu waktu di mana angka pernikahan melonjak drastis.

Puncak pernikahan di Sulawesi Barat terjadi pada bulan Juni dengan total 950 peristiwa. 

Angka ini disusul oleh bulan April (828 peristiwa) dan bulan Februari (792 peristiwa).

Sebaliknya, angka pernikahan terendah berada pada bulan Maret yang hanya mencatatkan 136 peristiwa. 

Hal ini diduga karena bertepatan dengan momen bulan suci Ramadan, di mana masyarakat biasanya menghindari penyelenggaraan pesta pernikahan.

Tekan Pernikahan Dini

Meski angka pernikahan secara total naik, Kemenag Sulbar mengklaim berhasil menekan angka pernikahan dini dan pernikahan siri. 

Pengawasan ketat oleh para penghulu serta sosialisasi terkait pencegahan stunting menjadi kunci.

"Kami fokus pada pengawasan. Penindakan tegas juga diberikan kepada oknum yang mencoba meloloskan pernikahan di bawah umur atau tidak tercatat. Kita ingin pernikahan yang berkualitas dan sah secara hukum," tutup Syamsumarlin.

Berikut adalah rincian jumlah peristiwa nikah di 6 kabupaten:

- Polewali Mandar: 3.079 peristiwa

 

- Mamuju: 1.217 peristiwa

 

- Majene: 1.170 peristiwa

 

- Pasangkayu: 873 peristiwa

 

- Mamuju Tengah: 747 peristiwa

 

- Mamasa: 173 peristiwa(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RENUNGAN HARI INI. AYUB 1:1-22. TETAP BERSYUKUR DI TENGAH UJIAN

KJ NO.29. Di Muka Tuhan Yesus

Cara Akurat Menghitung Dosis Obat: Rumus dan Contoh Praktisnya