KEJANGGALAN SEBELUM ANDRIE Yunus Disiram Air Keras Terungkap, Diduga Diikuti OTK Berhari hari
menggapaiasa.com---Fakta baru kasus penyiraman air keras kepada Andrie Yunus kembali terungkap.
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, diduga telah diintai oleh orang tidak dikenal beberapa hari sebelum menjadi korban penyiraman air keras di Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam.
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Muhammad Isnur, menemukan indikasi bahwa aktivitas Andrie telah dipantau oleh pihak tertentu dalam beberapa hari terakhir.
"Kami punya bukti-buktinya. Kami menelusuri beberapa hari ini Andri diintai dari rumahnya, dari messnya, tempat-tempat berkunjungnya," ujar Isnur di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
Ia menambahkan, dugaan pengintaian juga terjadi saat Andrie beraktivitas di sejumlah lokasi pada hari sebelum kejadian.
Isnur menyampaikan, bukti-bukti terkait dugaan pengintaian tersebut saat ini tengah dikumpulkan oleh koalisi masyarakat sipil yang membentuk tim investigasi secara mandiri.
Investigasi itu mulai dilakukan sejak Kamis malam, tak lama setelah peristiwa penyiraman terjadi.
Menurut Isnur, pembentukan tim investigasi independen dilakukan sebagai langkah antisipasi jika proses penanganan kasus oleh aparat berjalan lambat.
Ia mengatakan, masyarakat sipil berkaca pada penanganan kasus demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
"Kami tidak percaya sepenuhnya. Peristiwa Agustus, bagaimana pengungkapannya diungkap secara terbuka oleh Komite Pencari Fakta yang independen. Maka masyarakat sipil dari sejak semalam kami punya inisiatif untuk kami juga akan melakukan investigasi," jelas Isnur.
Kronologi kejadian
Sebelumnya diberitakan, Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam.
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.37 WIB saat Andrie mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat.
Saat melintas di lokasi, dua pelaku yang berboncengan sepeda motor diduga jenis Honda Beat keluaran 2016–2021 mendekati korban dari arah berlawanan di Jalan Talang (Jembatan Talang).
"Pelaku merupakan dua orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang," ujar Dimas dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi Kompas.com, Jumat.
Dimas menjelaskan, pelaku yang bertindak sebagai pengendara mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.
Sementara itu, pelaku kedua yang duduk di belakang mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek dan diduga berbahan jeans.
"Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban," tutur Dimas.
Akibat serangan tersebut, Andrie langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan sepeda motornya.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit di Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis darurat karena mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata.
Posting Komentar untuk "KEJANGGALAN SEBELUM ANDRIE Yunus Disiram Air Keras Terungkap, Diduga Diikuti OTK Berhari hari"
Posting Komentar