Konflik Meluas, Pendukung Iran di Lebanon dan Irak Mulai Bergerak
Konflik Meluas, Pendukung Iran di Lebanon dan Irak Mulai Bergerak
menggapaiasa.com - Efek dari serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran semakin meluas. Sekarang, jaringan kelompok pendukung Iran yang disebut Poros Perlawanan di Irak dan Lebanon mulai aktif. Hizbullah di Lebanon meluncurkan sejumlah roket dan drone menuju Israel sebagai respons atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Milisi yang ada di Irak, bernama Saraya Awliya al-Dam, juga menyerang angkatan bersenjata AS di bandara Baghdad dengan menggunakan drone. Mereka merupakan salah satu kelompok yang bergerak di Irak setelah jatuhnya rezim Saddam Hussein oleh AS.
"Serangan terhadap Israel merupakan respons atas kehilangan darah suci Ayatollah Imam Sayyid Ali al-Husseini Khamenei dan untuk melindungi Lebanon serta penduduknya. Ini adalah reaksi terhadap agresi Israel yang terus berulang," demikian pernyataan Hizbullah pada Senin (2/3/2026).
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyatakan bahwa serangan roket itu sangat tidak bertanggung jawab dan justru mengancam keamanan serta keselamatan rakyat Lebanon. Tindakan tersebut hanya akan memberikan Israel alasan untuk menyerang Lebanon.
Salam berkomitmen untuk menghentikan para pelaku serangan dan menjaga keselamatan rakyat Lebanon. Pada hari Sabtu, Lebanon menerima informasi dari AS bahwa Israel tidak akan memperburuk serangan ke Lebanon selama tidak ada tindakan permusuhan.
Para pejabat pemerintah Lebanon telah meminta Hizbullah untuk tidak terlibat dalam mendukung Iran. Mereka khawatir hal ini dapat memicu konflik baru. Sementara itu, Lebanon belum sepenuhnya pulih dari konflik terakhir antara Israel dan Hizbullah yang hanya berakhir dengan gencatan senjata pada November 2024. Sejak saat itu, Israel terus melancarkan serangan hampir setiap hari ke Lebanon untuk mencegah Hizbullah memperkuat posisi mereka kembali.
Ini adalah serangan pertama yang dilakukan oleh Hizbullah setelah terjadinya gencatan senjata. Hizbullah mengalami penurunan kekuatan akibat perseteruan dengan Israel setelah berpartisipasi dalam mendukung Hamas selama konflik yang meletus pada Oktober 2023. Kehilangan lebih lanjut dialami Hizbullah setelah pemimpin mereka, Hasan Nasrallah, mengalami kematian pada tahun 2024.
Militer Israel telah menginformasikan bahwa sejumlah proyektil diluncurkan dari Lebanon dan jatuh di daerah yang tidak berpenghuni. Tidak ada laporan mengenai cedera atau kerusakan yang terjadi. Panglima Militer Israel, Eyal Zamir, menegaskan bahwa Hizbullah melakukan serangan terlebih dahulu. Hal ini dianggap sebagai upaya untuk memprovokasi Israel agar terlibat dalam konflik.
Pemerintah Lebanon telah secara berulang kali menyatakan keengganan untuk ikut campur dalam perselisihan yang terjadi di Timur Tengah. Namun, situasinya sudah terlambat. Israel telah melancarkan serangan balasan ke Lebanon, termasuk di ibu kota Beirut, dengan fokus pada target-target yang terkait dengan Hizbullah.
Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon melaporkan bahwa serangan Israel ditujukan ke seluruh wilayah Lebanon, dimulai dari pinggiran selatan Beirut di mana Hizbullah memiliki kekuasaan. NNA juga mencatat adanya "gelombang pengungsian besar-besaran" di wilayah selatan Lebanon karena para warga berusaha melindungi diri dari serangan Israel.
Militer Israel telah menginformasikan bahwa sejumlah proyektil diluncurkan dari Lebanon dan jatuh di daerah yang tidak berpenghuni. Tidak ada laporan mengenai cedera atau kerusakan yang terjadi. Panglima Militer Israel, Eyal Zamir, menegaskan bahwa Hizbullah melakukan serangan terlebih dahulu. Hal ini dianggap sebagai upaya untuk memprovokasi Israel agar terlibat dalam konflik.
Pemerintah Lebanon telah secara berulang kali menyatakan keengganan untuk ikut campur dalam perselisihan yang terjadi di Timur Tengah. Namun, situasinya sudah terlambat. Israel telah melancarkan serangan balasan ke Lebanon, termasuk di ibu kota Beirut, dengan fokus pada target-target yang terkait dengan Hizbullah.
Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon melaporkan bahwa serangan Israel ditujukan ke seluruh wilayah Lebanon, dimulai dari pinggiran selatan Beirut di mana Hizbullah memiliki kekuasaan. NNA juga mencatat adanya "gelombang pengungsian besar-besaran" di wilayah selatan Lebanon karena para warga berusaha melindungi diri dari serangan Israel.
Komentar
Posting Komentar