Featured Post

5 bakso legendaris di Glodok yang selalu bikin rindu: surga kuah gurih di jantung Pecinan Jakarta

menggapaiasa.com - Glodok sejak lama dikenal sebagai salah satu kawasan paling ikonik di Jakarta, terutama bagi para pencinta kuliner.

Wilayah yang berada di jantung Pecinan ini tidak pernah kehabisan cerita soal makanan lezat. 

Mulai dari jajanan manis khas Tionghoa, hidangan asin nan gurih, sampai makanan pedas yang menggugah selera, semuanya bisa ditemukan dengan mudah di setiap sudut jalan. 

Namun, di antara beragam pilihan tersebut, ada satu kuliner yang selalu berhasil mencuri perhatian dan membuat orang rela kembali lagi: bakso.

Bakso di Glodok bukan sekadar makanan pengganjal perut. 

Di kawasan ini, bakso sudah menjadi bagian dari sejarah panjang kuliner Jakarta. 

Banyak penjual bakso yang telah berjualan puluhan tahun, bahkan lintas generasi, dengan cita rasa yang tetap dijaga hingga sekarang. 

Menariknya, bakso di Glodok hadir dalam beragam gaya, mulai dari bakso khas Wonogiri dengan mie, tauge, dan bihun, hingga bakso bergaya Chinese yang disajikan bersama kuah bening dan kwetiau.

Agar kamu tidak bingung memilih di tengah banyaknya pilihan, berikut ini lima bakso terenak dan paling legendaris di Glodok yang wajib kamu cicipi setidaknya sekali seumur hidup, dilansir dari kanal YouTube 10 BEST ID.

1. Bakso Wonogiri Idola Remaja, Favorit Sejak Dulu hingga Kini

Bakso Wonogiri Idola Remaja menjadi salah satu tempat bakso yang paling mudah ditemukan sekaligus paling ramai dikunjungi di kawasan Glodok. 

Lokasinya strategis, sehingga hampir setiap hari selalu dipenuhi pelanggan dari berbagai kalangan, mulai dari pekerja, wisatawan, hingga pelanggan setia yang sudah datang bertahun-tahun.

Seporsi bakso di sini dibanderol mulai dari Rp16.000, dengan pilihan bakso yang cukup lengkap, seperti bakso telur, bakso urat, hingga bakso halus. 

Semua disajikan bersama mie, tauge segar, dan bihun, menciptakan perpaduan tekstur yang seimbang. 

Kuahnya memang terlihat bening, tetapi rasanya gurih ringan dan terasa nyaman di tenggorokan, cocok disantap kapan saja.

Tak hanya bakso, tempat ini juga menyediakan mie ayam dengan harga mulai dari Rp14.000. 

Menariknya, kamu bisa memesan mie ayam dengan tambahan topping bakso halus, sehingga porsinya terasa lebih mengenyangkan dan memuaskan.

2. Bakso Arul, Jejak Kuliner Glodok yang Bertahan Hampir 80 Tahun

Jika membicarakan bakso legendaris di Glodok, rasanya kurang lengkap tanpa menyebut Bakso Arul. 

Bayangkan saja, tempat ini sudah berjualan selama kurang lebih 80 tahun, menjadikannya bukan sekadar tempat makan, melainkan bagian dari sejarah kuliner Glodok itu sendiri.

Ciri khas Bakso Arul terletak pada gaya penyajiannya yang kental dengan nuansa Chinese. 

Bakso disajikan dengan kuah bening gurih, dipadukan dengan kwetiau yang lembut, serta tambahan tahu putih yang teksturnya halus. 

Seporsi bakso komplit di sini dibanderol sekitar Rp25.000.

Isinya terdiri dari bakso urat, bakso halus, dan tahu. 

Bakso uratnya menjadi primadona karena memiliki tekstur kenyal yang pas, dengan sensasi sedikit garing saat digigit, menciptakan pengalaman makan yang sulit dilupakan.

3. Bakso Pikulan Legendaris, Sederhana tapi Kaya Rasa

Bakso yang satu ini punya ciri khas unik karena dijajakan menggunakan gerobak pikulan. 

Lokasinya memang agak tersembunyi di pojok jalan, tetapi jangan salah, setiap hari tempat ini selalu dipadati pembeli. 

Warung bakso ini telah bertahan lebih dari 32 tahun, sebuah bukti bahwa kualitas rasanya tidak pernah mengecewakan.

Seporsi bakso dibanderol sekitar Rp20.000, terdiri dari bakso halus dan bakso kasar. 

Teksturnya kenyal namun tetap lembut, dengan rasa daging yang cukup kuat dan terasa alami. 

Salah satu ciri khas yang membuatnya berbeda adalah penggunaan daun seledri yang sangat melimpah, sehingga aroma segarnya langsung tercium begitu mangkuk bakso disajikan. 

Jika ingin lebih mantap, kamu juga bisa menambahkan tahu bakso sebagai pelengkap.

4. Bakso Adam, Favorit Para Pencinta Bakso Urat

Bakso Adam dikenal sebagai salah satu bakso yang selalu membuat orang rela mengantre. 

Dengan harga Rp30.000 per porsi, bakso ini memang tergolong lebih mahal dibandingkan yang lain, tetapi porsinya sebanding dengan harganya.

Dalam satu porsi, kamu akan mendapatkan sekitar delapan butir bakso serta satu tahu bakso. 

Varian baksonya terdiri dari bakso halus dan bakso urat, namun bakso uratnya menjadi favorit banyak pelanggan karena memiliki tekstur sedikit garing yang unik. 

Kuahnya terasa gurih tetapi tetap ringan, sehingga tidak membuat enek. 

Bakso ini semakin nikmat jika disantap bersama tetelan tambahan yang bisa dipesan secara terpisah.

5. Bakso Tekin, Murah, Sederhana, dan Bikin Ketagihan

Bakso Tekin juga dijajakan menggunakan pikulan dan berlokasi di sekitar jembatan Asemka. 

Salah satu daya tarik utamanya adalah harga yang sangat terjangkau, yakni sekitar Rp15.000 per porsi. 

Meskipun sederhana, rasanya sama sekali tidak bisa diremehkan.

Di sini hanya tersedia satu jenis bakso, yaitu bakso halus. 

Teksturnya lembut, juicy, dan berpadu sempurna dengan kuah kaldu yang gurih.

Bakso ini disajikan bersama bihun dan taburan daun seledri, lalu dilengkapi sambal encer yang pedasnya cukup nendang. 

Jika tidak hati-hati, sambalnya bisa membuatmu berkeringat karena sensasi pedasnya yang menyengat.

Komentar