Apa itu time clock? Aturan baru BWF diuji coba pada Indonesia Masters 2026
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1436334/original/054733300_1481788693-Kevin_Marcus.jpg)
Ringkasan Berita:
- Aktivitas lain yang dibebaskan dalam batasan waktu melakukan perawatan secara mandiri dengan plester, kompres, dan semprotan pendingin.
- Masalah semprotan pendingin sempat menjadi kontroversi.
TRIBUNPPONTIANAK.CO.ID - Apa itu Time Clock aturan terbaru yang akan diterapkan di Indonesia Masters 2026.
Menyambut rangkaian turnamen di kalender BWF 2026 akan diwarnai sederer aturan baru yang akan diterapkan.
satu di antaranya yakni Time Clock.
Aturan baru yang sedang didorong oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) akan diujicobakan di Indonesia Masters 2026.
Aturan yang dimaksud adalah Time Clock, batas konsisten 25 detik untuk jeda antar-reli ketika tidak ada insiden yang terjadi.
Kabar ini dibagikan oleh Bambang Roedyanto, pengurus bidang hubungan luar negeri PP PBSI yang juga bertindak sebagai direktur turnamen Indonesia Masters 2026.
"Time Clock akan dites dari kualifikasi sampai main draw di Daihatsu Indonesia Masters," tulis Bambang lewat akun X-nya, @R_RB6767.
"Kemarin di Australia (Open), (Time Clock) dites tapi di babak kualifikasi. (Time Clock) Akan dijalankan penuh sebelum kualifikasi Olympic."
Sistem jam waktu diumumkan BWF pada 10 September 2025 dan telah dimasukkan ke dalam instruksi untuk ofisial pertandingan pada 17 November 2025.
Uji coba secara komprehensif di beberapa turnamen BWF World Tour telah disepakati Dewan BWF dalam pertemuan yang berlangsung pada 29 Agustus 2025.
Uji coba akan dilakukan sepanjang tahun 2026 untuk turnamen-turnamen tertentu.
Lewat aturan ini para pemain mendapatkan kebebasan lebih tetapi juga dibatasi dalam durasi untuk memastikan ritme pertandingan berlangsung lancar.
Pemain tidak perlu meminta izin kepada umpire/wasit lapangan untuk aktivitas seperti minum, mengelap keringat, memotong senar raket yang rusak.
Aktivitas lain yang dibebaskan dalam batasan waktu melakukan perawatan secara mandiri dengan plester, kompres, dan semprotan pendingin.
Masalah semprotan pendingin sempat menjadi kontroversi.
Pada akhir tahun 2024, BWF membuat aturan yang melarang perawatan medis bagi pemain kecuali saat interval, artinya setelah poin ke-11 atau akhir gim.
Kritik keras muncul, lebih-lebih setelah cedera serius yang dialami tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, saat terkena getahnya di BWF World Tour Finals 2024.
BWF telah mengubah aturan soal penanganan medis sebelum Time Clock diterapkan sepenuhnya.
Kembali berbicara soal aturan Time Clock, penghitung waktu dimulai saat umpire memperbarui skor pertandingan.
Pemain yang mendapat giliran memberikan servis harus sudah berada dalam posisi siap sebelum batas waktu 25 detik berakhir.
Pemain yang mendapat giliran menerima servis tidak boleh mengulur-ulur waktu sesudahnya.
Wasit mendapat hak memberi pengecualian untuk protes dari pemain, cedera, dan memberi waktu ekstra kepada petugas untuk mengelap lapangan.
Sebelumnya pemain yang dinilai mengulur-ulur waktu akan mendapat peringatan terlebih dulu sampai kemudian menerima kartu.
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS - Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!
Komentar
Posting Komentar