Alex Pracaya ungkap pesan antikorupsi dalam pameran tunggal "Ojo Urik"

PORTAL JOGJA - Seniman dan desainer grafis Alex Pracaya menggelar pameran tunggalnya berjudul "Ojo Urik". Mengambil makna "Ojo Urik" yang bermakna jangan curang, Alex sekaligus ingin ikut mendengungkan makna Hari Antikorupsi
Mengambil venue pameran di Ndalem Langenkusumo, Jalan Langenastran Lor 8 Yogyakarta, Alex ingin mengajak masyarakat untuk bercermin pada kebiasaan kecil yang kerap dianggap remeh namun bisa jadi menjadi bibit praktik korupsi yang lebih besar. Sebut saja ingkar janji hingga kompromi moral.
Dikenal sejak awal 1990-an sebagai kartunis lepas dan desainer grafis, karyanya sudah merambah di berbagai tempat. Mulai sebagai pengisi kartun di media cetak, hingga merancang logo dan ilustrasi serta pemetaan vusial. Alex juga kerap sekali memunculkan nilai budaya lokal dalam karyanya itu.
Seniman yang kerap tampil dalam pameran poster internasional ini menghadirkan karya poster dan ilustrasi satirnya yang dapat dinikamti oleh pengunjung hingga 20 Desember 2025. "Ojo Urik" ternyata merupakan pameran tunggalnya selama puluhan tahun dirinya bergelut dalam ladang seni terutama seni grafis.
Menariknya lagi, Alex Pracaya ternyata adalah teman Wakil Gubernur (Wagub) DIY KGPAA Paku Alam X semasa mereka bersekolah di bangku SMA. Sri Paduka juga hadir dalam pembukaan pameran terkait momen antikorupsi pada Selasa (16/12) itu, sekaligus membuka pameran seni ini.
“Acara ini merupakan pameran tunggal yang luar biasa. Sebuah pencapaian bagi seorang perupa yang telah lama berkarya, termasuk karya-karya Mas Pracaya. Inilah kekuatan seni, yang mampu mengolah memori pribadi menjadi karya yang memperkaya ruang publik dan identitas kota,” kata Sri Paduka saat pembukaan pameran, sebagaimana dikutip dari laman Humas DIY.
Sosok Wagub DIY ini menyatakan apresiasinya atas konsistensi Alex Pracaya dalam menjaga karakter karya yang masih menggunakan sentuhan tangan manusia di tengah gencarnya perkembangan teknologi. Karyanya begitu jujur, kuat, dan relevan, serta tanpa kehilangan ruh kemanusiaan.
“Saya menggarisbawahi tagline Transparansi dalam Warna, Integritas dalam Goresan. Integritas dalam goresan itu nyata, karena Mas Pracaya sejak dulu tidak pernah sekadar mengikuti permintaan, melainkan selalu menggambar sesuai dengan idealisme dan nuraninya sendiri,” ucap sosok orang nomor dua di pemerintahan DIY ini.
Melalui "Ojo Urik", pengunjung akan meniti karya Alex Pracaya dari humor ringan, ironi keseharian, hingga kritik sosial nan tajam tapi tetap komunikatif. Sejumlah kegiatan juga membersamai pameran.
Hadir dalam pembukaan pameran dalam rangka mangayubagya Hari Antikorupsi tersebut adalah Wagub DIY KGPAA Paku Alam X, Rektor Universitas Gadjah Mada Ova Emilia, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), seniman, budayawan, kurator, dan sejumlah penikmat seni.
Posting Komentar untuk "Alex Pracaya ungkap pesan antikorupsi dalam pameran tunggal "Ojo Urik""
Posting Komentar