Featured Post

Cara Efektif Mencegah Tuberkulosis

PENYAKIT tuberkulosis (TB) masih menjadi ancaman kesehatan global. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini menular melalui udara ketika orang dengan TB aktif di paru-paru atau kotak suara (laring) melepaskan tetesan kecil yang membawa bakteri saat berbicara, batuk, atau bersin.

Sebelumnya, Badan Kesehatan Dunia atau WHO baru menerbitkan laporan terbaru dunia bertajuk “WHO Global TB Report 2025”. Dalam data itu, Indonesia masih menduduki ranking penyumbang kasus TB terbanyak kedua dunia seperti tahun sebelumnya setelah India. Yang amat menarik dan harus dipelajari adalah peringkat Tiongkok. Negara tirai bambu itu, pernah mendapatkan peringkat nomor dua terbanyak kasus TB di dunia. Lalu sejak beberapa tahun terakhir hingga 2024, peringkatnya turun menjadi nomor 3, dan pada data 2025 ini, jumlah kasus TB di Tiongkok terus merosot hingga menempati posisi keempat dunia. Posisinya mengalahkan Filipina yang akhirnya naik ke posisi tiga dunia.

Pencegahan penyebaran tuberkulosis menjadi sangat penting, dan cara efektif untuk menghentikan penyebaran infeksi adalah dengan mengelola baik infeksi laten maupun penyakit TB aktif, serta menjaga kepatuhan pengobatan.

Mencegah Penularan TB Aktif

Penularan TB sangat mungkin terjadi di ruang tertutup atau tempat yang ramai karena orang-orang menghabiskan banyak waktu bersama. Oleh karena itu, bagi individu yang didiagnosis menderita penyakit TB aktif, ada langkah-langkah penting untuk melindungi orang lain, terutama selama 2 hingga 3 minggu pertama pengobatan.

Melansir Mayo Clinic, langkah-langkah pencegahan bagi penderita TB aktif meliputi:

1. Isolasi Diri di Rumah

Hindari pergi bekerja atau sekolah dan minimalisir interaksi dengan anggota keluarga. Tidur di kamar terpisah sangat disarankan.

2. Ventilasi Udara

Kuman TB bisa menyebar lebih mudah di ruang tertutup. Penting untuk membuka jendela dan menggunakan kipas angin untuk meningkatkan sirkulasi udara hingga udara segar masuk. Selain itu, ventilasi udara meningkatkan suhu sebuah ruangan sehingga mengurangi kelembapan. Ingat, lembap bisa menjadi sarang kuman pesta pora.

3. Penggunaan Masker

Selalu kenakan masker jika harus berada di sekitar orang lain. Anggota rumah tangga juga dianjurkan memakai masker sebagai perlindungan.

4. Etika Batuk dan Bersin

Selalu tutupi mulut dengan tisu saat batuk atau bersin. Tisu bekas harus segera dibuang ke dalam kantong tertutup.

5. Rajin Cuci Tangan

Cuci tangan salah satu hal penting yang perlu dilakukan. Kuman TB bisa menempel di tangan. Dengan semakin sering cuci tangan, Anda bisa mencegah penularan penyakit tersebut.

Pentingnya Kepatuhan Pengobatan

Pengobatan TB aktif biasanya berlangsung selama empat, enam, atau sembilan bulan. Kepatuhan penuh terhadap petunjuk pengobatan dan menghabiskan semua obat sesuai durasi yang ditentukan adalah langkah pencegahan yang paling penting.

Kegagalan dalam menyelesaikan pengobatan atau penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menciptakan kondisi ideal bagi bakteri untuk mengembangkan resistensi obat. Mayo Clinic menulis bahwa resistensi ini terjadi ketika perubahan genetik pada bakteri membuatnya lebih mungkin bertahan dari serangan antibiotik. Jika varian yang resisten ini menyebar, muncul varian baru yang lebih sulit diobati. Masalah yang memicu resistensi obat meliputi ketidakpatuhan pasien dalam minum obat, resep pengobatan yang tidak tepat, atau ketersediaan dan kualitas obat yang buruk.

Selain itu, bagi mereka yang dites positif mengalami infeksi TB laten, dokter mungkin meresepkan obat untuk mencegah perkembangan menjadi penyakit TB aktif, yang juga merupakan bagian penting dari cara pencegahan.

Vaksinasi dan Pengembangan Vaksin Baru

Di negara-negara di mana TB umum, vaksin bacille Calmette-Guerin (BCG) sering diberikan kepada bayi. Vaksin ini berfungsi untuk melindungi bayi dan balita dari TB yang menyerang cairan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Meskipun demikian, vaksin BCG mungkin tidak memberikan perlindungan efektif terhadap TB di paru-paru.

MELIKA AYAZA | MAYO CLINIC

Komentar