pada tanggal
BERITA DAN INFORMASI
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

menggapaiasa.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengumumkan pengurangan kuota penerimaan peserta didik baru di satuan pendidikan tinggi vokasi untuk tahun akademik 2025/2026.
Pada Kamis, 17 Juli 2025, Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan merilis pengumuman Nomor B.524/BPPSDM/RSDM.410/II/2025 yang memuat kebijakan tersebut. Perubahan ini diklaim sebagai upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan dan optimalisasi daya tampung satuan pendidikan.
Merujuk pada surat pengumuman itu, total kuota nasional dikurangi dari sebelumnya 1.650 menjadi 1.200 peserta atau setara dengan 27,27 persen dari jumlah sebelumnya. Pemangkasan paling besar terjadi di Politeknik AUP Jakarta, yang semula menerima 412, kini hanya 288 peserta.
Sementara itu, Politeknik KP Sidoarjo menjadi satu-satunya institusi yang tidak mengalami perubahan, tetap menerima 250 peserta.
Berikut rincian kuota baru di setiap satuan pendidikan:
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI) Hendra Wiguna menyatakan langkah tersebut dapat melahap harapan anak-anak nelayan.
“Pengurangan kuota penerimaan peserta didik pada satuan pendidikan tinggi vokasi di lingkungan Kementerian Kelautan Perikanan tahun akademik 2025/2026 memupuskan harapan anak nelayan untuk mengakses pendidikan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis pada Jumat, 18 Juli 2025.
Hendra menilai angka pengurangan tersebut sangat signifikan, terlebih di tengah gencarnya semangat pemerintah mendorong hilirisasi sektor perikanan. “Hilirisasi perikanan akan terwujud apabila sumber daya manusia unggul disiapkan. Oleh karena itu, kami berharap kebijakan efisiensi anggaran tidak menyasar akses pendidikan bagi anak nelayan,” tegasnya.
Hendra juga menyoroti persoalan pengangguran, yang menurutnya ,disebabkan oleh ekosistem lapangan kerja yang buruk. Ia menilai potensi kelautan dan perikanan belum bisa dimaksimalkan karena belum adanya sinergi yang kuat antara dunia pendidikan dan industri tersebut. Ia menuntut pemerintah memberikan afirmasi pendidikan atau beasiswa bagi anak nelayan dan pelaku usaha perikanan lainnya.
“Pendidikan adalah kunci perubahan. Bila pemerintah ingin mengembalikan kejayaan dan mendatangkan kemajuan pada sektor kelautan perikanan, maka pemerintah perlu kembali menghadirkan akses pendidikan untuk anak nelayan,” pungkasnya.
Komentar
Posting Komentar