Renungan Hari ini. Pemuda GKSBS GEDUNG AJI.Matius 26:69-75
Matius 26:69-75.
Petrus Menyangkal Yesus.
Shalom....Saudaraku yang kekasih.
Dalam situasi yang tidak menyenangkan apalagi jika nyawa menjadi taruhannya,tentu banyak orang mungkin akan menghindar dari situasi tersebut. Kita akan cenderung mencari aman dari pada harus berurusan dengan hal-hal yang bisa berakibat fatal. Oleh karena itu renungan kita kali akan di beri tema " MENCARI AMAN".
Saudaraku yang kekasih.
Dalam teks bacaan kita saat ini,terjadi setelah Yesus di tangkap dan di hadapkan kepada Imam Kayafas dan tokoh Agama waktu itu. Tentu saja dalam situasi seperti itu akan membuat para murid merasa ketakutan. Bagaimana tidak? Yesus yang selama ini dekat dengan mereka,Yesus yang selama ini selalu bersama-sama dengan mereka,kini harus di adili dengan tuduhan yang tidak pasti. Begitu yang terjadi dengan diri Petrus,Dia yang selama ini di kenal sebagai murid Tuhan Yesus dengan karakter yang kuat,pemberani,bahkan di hadapan siapapun Dia berani bersaksi bahwa Dia akan selalu bersama-sama dengan Yesus walau sampai mati sekalipun.
Setelah penangkapan Yesus memang menyisakan kondisi yang sangat-sangat tragis. Para murid satu demi satu meninggalkan Yesus. Para murid tercerai berai,mereka merasa kehilangan sosok Guru yang selama ini menjadi panutan bagi mereka. Mereka lupa kalau sesungguhnya hal itu sudah di sampaikan oleh Yesus,bahwa anak manusia akan di serahkan dan di bunuh di salib. Mereka lupa itu. Ironi memang,Yesus yang sebagai Tuhan,harus menanggung beban akibat dosa manusia seorang diri. Sebenarnya kalau Dia mau,Yesus bisa saja melepaskan beban itu dan Ia akan bebas dari maut. Namun....jika demikian tentu saja misi penyelamatan untuk umat manusia gagal.
Saudaraku yang kekasih.
Petrus sebagai murid Yesus yang di kenal sebagai seorang yang sangat berani,harus lari dan meninggalkan Yesus. Penyangkalan demi penyangkalan Ia lakukan hanya untuk mencari aman. Petrus harus bilang ''Aku tidak kenal orang itu''
Didalam kehidupan kita tentu juga pernah mengalami situasi/kondisi yang kita rasa tidak aman. Dalam situasi seperti itu,terkadang kitapun lari dari pada Tuhan. Kita lupa kepada Tuhan. Kita cenderung mencari aman agar kita terhindar dari setiap masalah. Terlebih dalam keseharian kita yang notabene kita hidup di kalangan yang majemuk,hidup di tengah-tengah masyarakat yang tentu banyak perbedaan. Baik suku,ras,golongan, atau bahkan Agama. Dalam hal itu kita cenderung tertutup dan tidak mau mengakui ''Siapa kita-Apa keyakinan kita'' Karena kita merasa jika kita jujur,kita akan dapat masalah. Kalau kita jujur kita akan dapat musibah.
Saudaraku yang dikasihi dan mengasihi Tuhan.
Melalui perenungan kita kali ini,kita di ajar dari pengalaman Petrus. Kita di ingatkan oleh Tuhan,bahwa sesungguhnya kita harus lebih kuat lagi iman dan kesetiaan kita kepada Tuhan Yesus.Karena kalau kita menghindar sekalipun,belum tentu kita juga akan terhindar dari masalah. Mengikut Yesus bukan berarti kita akan selalu nyaman. Mengikut Yesus harus mau meninggalkan segala sesuatu dan memikul salib-Nya. Disadari atau tidak,memikul itu perlu tenaga yang kuat agar kita bisa menanggung beban di pundak kita. Kalau memikul Salib Kristus kita juga perlu iman yang kuat agar kita bisa sampai kepada tujuan kita. Yaitu bersama Bapa di Sorga kelak.
Bapk/Ibu dan saudara terkasih dimanapun anda berada,kiranya Firman Tuhan ini akan semakin memampukan kita untuk senantiasa setia hanya kepada Tuhan Yesus Kristus saja.
Amin Kiranya Tuhan Yesus Sang Raja Gereja memberkati kita semua.


Posting Komentar untuk "Renungan Hari ini. Pemuda GKSBS GEDUNG AJI.Matius 26:69-75"
Posting Komentar