Perlindungan hak bagi Perempuan.bahan renungan hari ini



Perlindungan hak bagi Perempuan.
ULANGAN 21:10-14.
10) ''Apabila engkau keluar berperang melawan musuhmu,dan Tuhan Allahmu,meyerahkan mereka ke dalam tanganmu dan engkau menjadikan mereka tawanan,
11) dan engkau melihat diantara tawanan itu seorang perempuan yang elok,sehingga hatimu mengingini dia dan engkau mau mengambil dia menjadi isterimu
12) maka haruslah engkau membawa dia ke dalam rumahmu. Perempuan itu harus mencukur rambutnya, dan memotong kukunya,
13) menanggalkan pakaian yang di pakainya pada waktu di tawan,dan tinggal di rumahmu untuk menangisi ibu bapanya sebulan lamanya. Sesudah demikian,bolehlah engkau menghampiri dia dan menjadi suaminya,sehingga ia menjadi isterimu.
14) Apabila engkau tidak suka lagi kepadanya,maka haruslah engkau membiarkan dia pergi sesuka hatinya;tidak boleh sekali-kali engkau menjual dia dengan bayaran uang;tidak boleh engkau memperlakukan dia sebagai budak,sebab engkau telah memaksa dia.

MENGHARGAI PEREMPUAN DI TENGAH KONFLIK

1.Dampak dari peperangan
    
    Shalom saudaraku yang di kasihi oleh Tuhan. Kalau kita mendengar atau melihat berita tentang peperangan,baik melalui televisi atau media yang lainnya,tentu itu akan membawa susana hati yang tidak nyaman,takut,kawatir dan lain sebagainya. Bagaimana tidak? karena dengan adanya peperangan tentu akan menimbulkan banyak kerugian bagi kedua belah pihak yang terlibat. Contoh dampak yang di timbulkan dari peperangan di antaranya adalah:
    
a. Kerugian secara materi. 
  
    Dalam peperangan tentu memerlukan banyak biaya yang harus di keluarkan oleh pihak-pihak yang sedang berkonflik. Dan tentu itu tidak sedikit. Coba bayangkan! Berapa biaya yang di keluarkan            oleh suatu negara yang sedang berperang dalam setiap harinya. Untuk persenjataan,makan bagi              prajurit yang ikut perang dll.

b. Hilangnya banyak nyawa.

  Kekejaman perang sudah bukan menjadi rahasia umum lagi,tidak peduli rakyat sipil,anak-anak,perempuan,tua/muda,besar/kecil, bisa saja menjadi korban akibat dari peperangan tersebut. Dalam kondisi seperti itu ternyata juga tidak membuat yang bertikai berupaya mengakhiri konflik. Namun justru malah sebaliknya,ketika sudah merasa unggul dalam peperangan malah semakin brutal dan ingin segera menguasai sepenuhnya.

c. Hilangnya kepedulian dan empati bagi kaum perempuan.
    
    Ironi memang,hal yang paling menyedihkan di antara beberapa hal di atas ketika konflik perang terjadi tentu akan banyak dari pihak lawan yang kalah akan menjadi tawanan bagi mereka yang menang. Tidak terkecuali perempuan dan anak-anak. Sehingga kaum perempuan biasanya akan menjadi korban kebiadaban bagi mereka. Perempuan akan menjadi korban pelecehan seksual mereka. Dan ini yang paling sering terjadi.

2. Apa kata Alkitab tentang peperangan?
    
    Saudaraku yang di kasihi Tuhan. Didalam perjalanan kehidupan Bangsa Israel juga sering di warnai konflik peperangan dengan bangsa-bangsa lain. Dan tentu saja,bagi mereka sesuatu yang wajar,jika diantara musuh-musuhnya menjadi tawanan mereka. Sehingga mereka merasa berhak atas hidup para tawanan itu. Namun dari Firman Tuhan hari ini ada sesuatu yang menarik yang di sampaikan oleh Tuhan kepada Bangsa Israel:

a. Agar Bangsa Israel memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi para tawanan terkhusus             perempuan.
    
    Dalam peperangan tentu akan meninggalkan luka,derita karena mungkin ada anggota keluarga (orang tua,anak,suami) yang meninggal oleh karena peperangan itu. Dan Tuhan paham betul akan hal itu,sehingga di dalam Firman-Nya dalam ayat ke-13: agar bangsa itu memberikan kesempatan bagi perempuan yang tertawan untuk berkabung oleh karena keluarganya yang sudah tiada. 

b. Jika ada yang menyukai perempuan tawanan itu,agar di jadikan sebagai isterinya.

    Mungkin bagi banyak kalangan adalah biasa ketika sudah berada diatas akan merasa hebat. Sehingga dia bebas untuk berlaku apa saja kepada yang di bawah. Seorang tawanan perempuan akan di perlakuakan secara tidak manusiawi oleh yang menawan. Termasuk pelecehan seksual dan lain sebagainya. Dan hal ini di tanggapi serius oleh Tuhan. Sehingga setelah mereka di beri ruang untuk berkabung karena dukanya,Tuhan berfirman: Barang siapa yang menyukai perempuan tawanan itu agar di jadikan sebagai isterinya.

c. Tetap menghargai meski sudah tidak mencintai

    Dalam beberapa kasus,tentu akan di pandang aneh ketika sudah tidak mencintai di minta untuk menghargai. Sehingga sering kali terjadi ketika pasangan sudah tidak saling mencintai cenderung untuk saling menjelekkan,menghina,dll. Tapi tidak dengan Tuhan. Ditengah-tengah budaya yang masih melegalkan poligami,tentu seorang laki-laki akan berlaku tidak adil kepada isteri yang sudah tidak di cintanya lagi. Namun,Tuhan kembali ber-Firman:(ayat 14). Agar siapapun yang sudah tidak mencintai isterinya lagi,bisa memberi ruang seluas-luasnya dan kebebasan untuk kemanapun ia pergi. Tidak menjadikannya budak lagi,terlebih menjualnya.

3.Kesimpulan

    Saudaraku yang dikasihi Tuhan. Tidak mudah memang untuk berlaku adil. Apalagi jika ada pihak yang sudah merasa lebih tinggi,lebih berkuasa,lebih hebat. Sehingga merasa punya hak untuk mengatur sepenuhnya hidup seseorang. Hingga sampai sekarang perjuangan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan masih terus di perjuangkan. Sementara masih ada pihak-pihak yang menyalahkan perempuan ketika mendapat perilaku pelecehan seksual. Perempuan yang menjadi korban pemerkosaan justru di salahkan karena bepergian sendirian. Dan masih banyak lagi perempuan yang seharusnya mendapatkan perlindungan justru malah sebaliknya.
    Saudaraku dalam Firman Tuhan kali ini,kita di kuatkan dan di ingatkan,untuk selalu berlaku adil kepada siapapun,terlebih kepada mereka yang tertindas. Kepada mereka yang lemah. Seperti Tuhan Allah sudah berlaku adil kepada sipapun,termasuk kepada mereka yang sebagai tawanan sekalipun. Tuhan senantiasa memberi ruang bagi mereka yang sudah tidak berdaya. 
 Amin.....Tuhan Yesus memberkati!

Posting Komentar untuk "Perlindungan hak bagi Perempuan.bahan renungan hari ini"