- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Featured Post
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

menggapaiasa.com.CO.ID -JAKARTA. Simpanan giro di perbankan nasional tumbuh pesat hingga akhir 2025. Lonjakan ini tidak hanya menandakan likuiditas bank yang longgar, tetapi juga mengindikasikan meningkatnya aktivitas usaha, transaksi pembayaran, serta arus kas korporasi.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, simpanan giro per Desember 2025 tumbuh 18,8% secara tahunan (year on year), naik tajam dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 14,2%.
Kinerja giro menjadi penopang utama total simpanan perbankan yang tumbuh 13,7% sepanjang 2025.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, peningkatan dana giro mencerminkan pergeseran preferensi pelaku usaha ke instrumen simpanan yang lebih likuid dan fleksibel.
Menurut dia, masifnya transaksi digital serta penggunaan internet banking membuat giro kian diminati merchant, produsen, hingga distributor.
“Kebutuhan transaksi harian yang cepat dan mudah membuat giro lebih relevan dibandingkan tabungan atau deposito,” ujar Bhima, Rabu (4/2).
Selain digitalisasi, tekanan ekonomi dan ketidakpastian juga mendorong nasabah memilih instrumen yang mudah dicairkan. Bhima memproyeksikan, tren pertumbuhan giro masih akan berlanjut pada tahun ini.
Sejumlah bank besar ikut menikmati lonjakan dana giro. PT Bank Central Asia Tbk (BCA), misalnya, mencatat giro mencapai Rp 434,45 triliun per Desember 2025 atau tumbuh 20% secara tahunan.
Angka ini melampaui pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BCA yang hanya naik 10,2%.
EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn menyatakan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh kepercayaan nasabah serta layanan transaksi BCA yang andal.
“Di tengah dinamika ekonomi, DPK dan CASA tetap mencatat tren positif seiring meningkatnya aktivitas transaksi dan perluasan basis nasabah,” katanya.
Kinerja serupa juga dibukukan Bank CIMB Niaga. Sepanjang 2025, DPK bank ini tumbuh 12% dan terutama didorong oleh dana giro.
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, pertumbuhan tersebut ditopang operating account, layanan cash management, serta nasabah institusi keuangan nonritel yang menjadi fokus perseroan.
Ke depan, CIMB Niaga memproyeksikan pertumbuhan giro akan lebih kuat dibandingkan tabungan ritel dan akan terus memperkuat CASA melalui pengembangan cash management, operating account, dan layanan payroll.
Sementara itu, Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat pertumbuhan giro yang lebih moderat, yakni 7% sepanjang 2025. Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan menjelaskan, pertumbuhan ini terutama berasal dari nasabah dengan saldo di bawah Rp 5 miliar.
“Artinya, nasabah ritel dan pelaku usaha kecil semakin banyak menggunakan giro,” ujarnya. Pada 2026, BTN menargetkan pertumbuhan giro sebesar 12,71%.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar