- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Featured Post
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Ringkasan Berita:
- Zona aman al-Mawasi di Gaza selatan kembali diserang Israel meski gencatan senjata masih berlaku, menewaskan lebih dari 30 warga Palestina.
- Warga pengungsi mempertanyakan makna gencatan senjata karena serangan terus terjadi di kawasan yang disebut sebagai zona kemanusiaan.
- Turki mengecam keras serangan tersebut, sementara Hamas menilai komitmen gencatan senjata bergantung pada kepatuhan Israel terhadap perjanjian.
menggapaiasa.comZona aman di Jalur Gaza kembali menjadi sasaran serangan udara Israel yang menewaskan puluhan warga sipil, meski gencatan senjata masih berlaku.
Salah satu lokasi yang terdampak adalah kota tenda al-Mawasi di Gaza selatan, kawasan pengungsian yang dihuni puluhan ribu warga Palestina.
Al-Mawasi sebelumnya ditetapkan Israel sebagai “zona aman kemanusiaan”.
Namun, serangan udara terbaru menghantam area tenda-tenda pengungsi, memicu kepanikan dan korban jiwa, dikutip dari Al Jazeera.
“Saya sedang salat subuh ketika mendengar ledakan,” ujar Atallah Abu Hadaiyed, seorang pengungsi Palestina di al-Mawasi, mengutip Al Jazeera.
“Kami berlari dan menemukan sepupu-sepupu saya tergeletak dengan api berkobar,” lanjutnya.
Ia mempertanyakan keberadaan gencatan senjata di tengah serangan yang terus terjadi.
Warga lain, Mounir Hadayed, mengatakan bahwa kematian terus menghantui kamp pengungsian tersebut meski ada kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.
“Setiap hari ada pembunuhan,” kata Hadayed kepada Al Jazeera.
“Kami mati perlahan di tenda-tenda ini,” tambahnya.
Serangan-serangan tersebut menewaskan lebih dari 30 warga Palestina di berbagai wilayah Gaza dalam satu hari terakhir, melansir Al Jazeera.
Peristiwa itu menjadikannya salah satu hari paling berdarah sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.
Kecaman internasional pun bermunculan.
Kementerian Luar Negeri Turki mengecam keras serangan Israel dan menuding Tel Aviv berulang kali melanggar gencatan senjata, dilansir dari pernyataan resmi pemerintah Turki.
Dalam pernyataannya di platform X, Kementerian Luar Negeri Turki menyebut serangan tersebut mengancam upaya internasional untuk menciptakan ketenangan dan stabilitas di Gaza.
Turki juga menilai serangan itu menunjukkan Israel tidak beritikad mengejar perdamaian.
Selain itu, Turki menegaskan perlunya Israel mematuhi seluruh ketentuan Rencana Perdamaian yang diadopsi melalui resolusi Dewan Keamanan PBB.
Di sisi lain, pejabat Hamas kembali membahas situasi gencatan senjata dengan para mediator.
Anggota biro politik Hamas, Khalil al-Hayya, mengecam pelanggaran gencatan senjata oleh Israel yang disebut terjadi hampir setiap hari, dikutip dari Al Jazeera.
Al-Hayya mengadakan pembicaraan dengan negara-negara mediator dan pihak internasional setelah serangan udara Israel menewaskan puluhan warga Palestina di Gaza selatan dan tengah.
Ia menyebut serangan tersebut sebagai “kejahatan dan pembantaian” yang dilakukan dengan dalih palsu.
Menurut Hamas, komitmen terhadap gencatan senjata hanya dapat dipertahankan jika Israel dipaksa memenuhi kewajibannya sesuai perjanjian yang telah disepakati, melansir Al Jazeera.
(menggapaiasa.com/Andari Wulan Nugrahani)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar