- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Featured Post
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
menggapaiasa.com, JAKARTA-- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Festival Bandeng Rawa Belong di Jalan Sulaiman, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (14/2/2026).
Berdasarkan pantauan menggapaiasa.comdi lokasi, acara tersebut juga dihadiri mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, Fauzi Bowo alias Foke.
Turut hadir pula Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto, serta Ketua Wali Amanah Majelis Kaum Betawi Marullah Matali.
Pramono tampil khas dengan atasan putih, peci hitam, dan sarung yang melingkar di lehernya, menyatu dengan nuansa Betawi yang kental di festival tersebut.
Kawasan Rawa Belong mendadak riuh. Deretan bandeng jumbo berjejer di lapak-lapak pedagang, sisiknya mengilap diterpa cahaya.
Pedagang dan pembeli larut dalam cengkerama dan tawar-menawar, sementara aroma khas ikan segar menandai pesta rakyat itu resmi dimulai.
Dalam kunjungannya, Pramono membeli tiga ekor bandeng dengan total berat mencapai 14,67 kilogram. Sambil berseloroh, ia menyerahkan ikan-ikan tersebut kepada Wali Kota Jakarta Barat Iin.
“Bandengnya saya titip ke Bu Wali Kota, ya. Bu, jangan lupa kirim ke rumah saya,” ucapnya, disambut tawa warga dan tamu yang hadir.
Tradisi Imlek Dongkrak Omzet Pedagang
Deretan ikan bandeng jumbo tampak mengilap di atas alas daun pisang di kawasan Pasar Kembang Rawa Belong, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Pedagang sibuk menimbang ikan satu per satu, sementara pembeli memperhatikan ukuran dan ketebalan daging sebelum memutuskan pilihan.
Aroma khas ikan segar bercampur riuh tawar-menawar, menandai datangnya musim yang selalu dinanti menjelang Imlek.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kawasan Rawa Belong kembali semarak dengan kehadiran pedagang bandeng musiman.
Ikan bandeng khas Imlek menjadi komoditas paling diburu, terutama oleh warga keturunan Tionghoa yang memaknai bandeng sebagai simbol rezeki, kemakmuran, dan keberuntungan saat Tahun Baru Imlek.
Ukuran yang dijajakan beragam. Bandeng berbobot 1 hingga 2 kilogram dijual sekitar Rp70 ribu per kilogram.
Sementara bandeng jumbo dengan berat 4 hingga 8 kilogram dibanderol hingga Rp100 ribu per kilogram.
Harga tersebut sebanding dengan proses pemeliharaan yang memakan waktu sekitar enam bulan, termasuk biaya pakan yang tidak sedikit.
Pasokan bandeng didatangkan dari Indramayu, Jawa Barat, dan dibeli langsung dari nelayan di Pelabuhan Muara Angke.
Stok tersebut memang disiapkan khusus untuk menyambut lonjakan permintaan menjelang Imlek.
Agus Bendrong (58), pedagang asli Rawa Belong, mengatakan aktivitas jual beli sudah mulai ramai sejak tiga hari sebelum hari-H.
Puncaknya akan berlangsung saat Festival Bandeng digelar pada 14–15 Februari mendatang.
“Nanti pedagang disediakan tenda, ada panggung juga. Rencananya dibuka Gubernur dan Wakil Gubernur pagi hari,” ujarnya saat ditemui menggapaiasa.comdi lokasi.
Menurut Bendrong, pembeli justru membludak sebelum Imlek. Mayoritas berasal dari kalangan Betawi yang memiliki tradisi mengantar bandeng ke mertua atau kerabat sebagai bentuk silaturahmi.
Selain itu, warga Tionghoa juga membeli bandeng untuk diolah menjadi hidangan khas seperti pindang bandeng, bandeng kuah kecap, hingga bandeng goreng yang disajikan saat perayaan.
“Dengan adanya Festival Bandeng, Rawa Belong jadi destinasi wisata. Omzet meningkat dan makin dikenal luas,” katanya.
Dalam sehari, ia mengaku bisa menjual lebih dari 100 kilogram bandeng dengan harga rata-rata Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram, tergantung ukuran.
Bagi warga setempat, tradisi ini bukan sekadar perayaan musiman. Rawa Belong dikenal sebagai kawasan Betawi yang sarat sejarah, bahkan kerap dikaitkan dengan legenda Si Pitung.
Selain festival bandeng, kawasan ini juga populer dengan pasar bunganya yang ramai menjelang hari-hari besar.
Di tengah tenda-tenda yang mulai berdiri dan ikan-ikan jumbo yang terus berdatangan, Festival Bandeng Rawa Belong kembali menjadi penanda bahwa tradisi lama tetap terjaga mengikat budaya Betawi dan Tionghoa dalam satu ruang, sekaligus menggerakkan roda ekonomi warga setiap kali Imlek tiba.(m27)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar