Featured Post

Menang susah payah 3-2 lawan West Ham, fans Chelsea sebut Garnacho rekrutan terburuk

menggapaiasa.com - Chelsea berhasil lolos dari ujian berat dalam perburuan posisi empat besar setelah menang tipis 3-2 atas West Ham dalam duel sengit sesama tim London.

Bermain di Stamford Bridge, kemenangan ini datang dengan cara yang jauh dari kata meyakinkan, bahkan menyisakan sorotan tajam ke salah satu pemain mereka.

West Ham datang dengan motivasi tinggi dan sempat membuat publik tuan rumah terdiam. Jarrod Bowen membuka skor lewat umpan silang yang berujung langsung ke gawang Robert Sanchez. 

Situasi Chelsea makin sulit ketika Aaron Wan-Bissaka mengirim umpan balik yang diselesaikan dengan tenang oleh Crysencio Summerville di kotak penalti.

Chelsea baru menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah jeda. Masuknya Joao Pedro dan Marc Cucurella memberi dampak instan, dengan keduanya mencetak gol penting untuk menghidupkan kembali harapan tuan rumah.

Enzo Fernandez kemudian menjadi pahlawan lewat gol penentu kemenangan yang mengamankan tiga poin krusial.

Namun, kebangkitan di babak kedua justru semakin menegaskan betapa buruknya penampilan Chelsea di 45 menit pertama, terutama dari satu nama yang jadi sasaran utama kritik.

Malam Buruk Garnacho di Stamford Bridge

Alejandro Garnacho menjalani malam yang ingin cepat ia lupakan. Hanya bermain selama satu babak, pemain sayap asal Argentina itu ditarik keluar setelah tampil mengecewakan. Penampilannya bahkan berulang kali disorot sebagai titik lemah Chelsea.

Ia dianggap terlalu lemah dalam membangun serangan yang berujung pada gol pembuka West Ham, lalu gagal mengawal Wan-Bissaka pada proses gol kedua.

Dalam 45 menit, Garnacho kehilangan penguasaan bola sebanyak 12 kali, tanpa satu pun dribel sukses, serta gagal menemukan rekan setim lewat keempat percobaan umpannya.

Statistik itu seolah mengonfirmasi kesan di mata publik. Tidak heran jika sebagian fans mulai melabelinya sebagai salah satu rekrutan terburuk klub.

Fans Chelsea Ngamuk di Media Sosial

Melansir Give Me Sport, usai pertandingan, media sosial langsung dibanjiri komentar pedas dari pendukung Chelsea. Salah satu fans bahkan menulis:

"Upaya Garnacho untuk bertahan sebenarnya adalah kejahatan perang terhadap penglihatan saya."

Kritik makin tajam dengan munculnya klaim ekstrem dari fans lain:

 "Garnacho adalah pemain terburuk yang pernah saya lihat bermain untuk Chelsea,"

Dan komentar senada:

"Sungguh, Garnacho mungkin adalah rekrutan terburuk yang pernah kami lakukan."

Bahkan sebelum ia ditarik keluar, ada pendukung yang sudah kehilangan kesabaran dan memohon:

"Saya tidak mengerti mengapa kita terus mengoper bola ke Garnacho."

Sebagian besar kemarahan diarahkan pada kontribusi defensifnya yang dianggap minim. Seorang fans menulis dengan nada frustrasi:

"Garnacho telah MENGHANCURKAN kita hari ini. Dia adalah alasan utama mengapa kita kalah. Dia menolak untuk mengawal pemain yang dijaganya. Dia terus-menerus membiarkan Hato dikepung 2 lawan 1 setiap kali mereka menyerang."

Kritik pun meluas, tak hanya menimpa Garnacho seorang. Ada pula pendukung yang mempertanyakan kualitas lini sayap Chelsea secara keseluruhan:

"Apa yang telah kita lakukan sehingga memiliki Gittens, Pedro Neto, dan Garnacho sebagai pilihan pemain sayap kita? Ini benar-benar memalukan."

Chelsea memang menang dan menjaga asa di papan atas, tetapi malam di Stamford Bridge itu meninggalkan satu pesan jelas: kemenangan tak selalu berarti semua masalah selesai. Untuk Garnacho, tekanan dari tribun dan media sosial jelas belum akan mereda dalam waktu dekat.

Komentar