- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Featured Post
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Ringkasan Berita:
- Injil katolik misa hari Kamis lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.
- Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
- Kamis 12 Februari 2026 merupakan Hari Kamis biasa V, Santo Gaudensius, Uskup dan Pengaku Iman, Santo Benediktus dari Anaine, Abbas, Santa Marina, Pengaku Iman, dengan warna liturgi hijau.
menggapaiasa.com, MAUMERE -Mari simak injil katolik Kamis 12 Februari 2026.
Injil katolik misa hari Kamis lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.
Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
Kamis 12 Februari 2026 merupakan Hari Kamis biasa V, Santo Gaudensius, Uskup dan Pengaku Iman, Santo Benediktus dari Anaine, Abbas, Santa Marina, Pengaku Iman, dengan warna liturgi hijau.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Kamis 12 Februari 2026 adalah sebagai berikut:
Bacaan Pertama 1 Raja-Raja 11:4-13
"Salomo tidak berpegang pada perjanjian Tuhan maka kerajaannya dikoyakkan."
Ketika Raja Salomo menjadi tua, isteri-isterinya mencondongkan hatinya kepada dewa-dewa, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan, Allahnya, seperti Daud, ayahnya.
Demikianlah Salomo mengikuti Ashtoret, dewi orang Sion, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon. Salomo melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti Tuhan, seperti Daud ayahnya.
Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengurbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung sebelah timur Yerusalem, dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon.
Demikianlah dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan kurban ukupan dan kurban sembelihan kepada dewa-dewa mereka. Maka Tuhan menunjukkan murka-Nya kepada Salomo,
sebab hatinya telah menyimpang dari Tuhan, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, dan yang telah memerintahkan kepadanya supaya jangan mengikuti dewa-dewa lain.
Akan tetapi ia tidak berpegang pada apa yang diperintahkan Tuhan. Lalu bersabdalah Tuhan kepada Salomo, “Oleh karena engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka Aku akan mengoyakkan kerajaanmu dan akan memberikannya kepada hambamu.
Hanya saja, demi Daud ayahmu, Aku belum mau melaksanakannya selama engkau masih hidup. Dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya.
Namun demikian tidak seluruh kerajaan akan Kurenggut daripadanya. Satu suku akan Kuberikan kepada anakmu demi hamba-Ku Daud dan demi Yerusalem yang telah Kupilih.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 106: 3-4.35-36.37.40
Ref. Ingatlah akan daku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap umat.
Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di setiap saat! Ingatlah akan aku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap umat, perhatikanlah aku, demi keselamatan yang datang dari pada-Mu.
Mereka malah bercampur baur dengan bangsa-bangsa itu, dan meniru kebiasaan mereka. Mereka beribadah kepada berhala-berhala para bangsa, yang menjadi perangkap bagi mereka.
Mereka mengurbankan anak-anak lelaki mereka, dan anak-anak perempuan mereka kurbankan kepada roh-roh jahat. Maka berkobarlah murka Tuhan terhadap umat-Nya, dan Ia jijik kepada milik pusaka-Nya.
Bait Pengantar Injil Yakobus 1:21
Ref. Alleluya
Terimalah dengan lemah lembut sabda Allah yang tertanam dalam hatimu, sebab sabda itu berkuasa menyelamatkan kamu.
Bacaan Injil Markus 7:24-30
"Anjing-anjing pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Galilea dan berangkat ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya. Tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.
Malah di situ ada seorang ibu, yang anak perempuannya kerasukan roh jahat. Begitu mendengar tentang Yesus, ibu itu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Ibu itu seorang Yunani berkebangsaan Siro-Fenisia.
Ia mohon kepada Yesus supaya mengusir setan dari anaknya. Yesus lalu berkata kepadanya, “Biarlah anak-anak kenyang dahulu! Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
Tetapi ibu itu menjawab, “Benar, Tuhan! Tetapi anjing di bawah meja pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Lalu Yesus berkata kepada ibu itu: “Karena kata-katamu itu, pulanglah, sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”
Ibu itu pulang ke rumah dan mendapati anaknya terbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
Iman yang Tidak Menyerah Injil: Markus 7:24–30
“Hai ibu, karena perkataanmu itu, pergilah, setan itu sudah keluar dari anakmu.” (Mrk 7:29)
Dalam perjalanan iman, kita sering berpikir bahwa Tuhan akan langsung menjawab doa kita—cepat, jelas, dan sesuai harapan. Namun Injil hari ini justru memperlihatkan sesuatu yang berbeda: doa yang diuji, iman yang seolah-olah ditolak, dan harapan yang nyaris dipatahkan.
Renungan Katolik hari ini (Kamis, 12 Februari 2026) mengajak kita merenungkan iman seorang perempuan Siro-Fenesia yang datang kepada Yesus dengan kerendahan hati, keberanian, dan ketekunan yang luar biasa.
Di tengah dunia yang serba instan, Injil Markus 7:24–30 mengajarkan bahwa iman sejati bukan iman yang mudah menyerah.
Yesus yang “Menjauh” dan Iman yang Tetap Mencari
Yesus memasuki daerah Tirus—wilayah non-Yahudi. Ia ingin bersembunyi, tidak mau dikenal. Namun Injil mencatat: “Ia tidak dapat tetap tersembunyi.”
Di sinilah muncul seorang perempuan non-Yahudi, seorang ibu, yang anaknya kerasukan roh jahat. Ia datang dan tersungkur di kaki Yesus.
Dalam kacamata sosial dan religius saat itu, perempuan ini:
Bukan orang Yahudi
Bukan bagian dari umat pilihan
Tidak punya “hak” atas mukjizat Mesias
Namun justru dari orang inilah Yesus menampilkan salah satu pujian iman paling kuat dalam Injil Markus.
Renungan Katolik Injil Markus 7:24–30 ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak pernah dibatasi oleh latar belakang manusia, tetapi oleh keterbukaan hati.
Ujian yang Terasa Menyakitkan
Jawaban Yesus terdengar keras dan tidak nyaman:
“Biarkanlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
Bagi kita yang membacanya hari ini, kata-kata ini bisa terasa mengejutkan. Namun di sinilah inti renungan hari ini:
Yesus tidak sedang menolak, tetapi menguji
Bukan merendahkan, tetapi memurnikan iman
Berapa kali dalam hidup kita merasa:
Doa tidak dijawab
Tuhan seolah diam
Harapan terasa dipatahkan
Namun justru di titik inilah iman diuji: apakah kita pergi… atau tetap tinggal dan percaya?
Kerendahan Hati yang Menggerakkan Hati Tuhan
Jawaban perempuan itu luar biasa:
“Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”
Ia tidak tersinggung.
Ia tidak membela diri.
Ia tidak mundur.
Ia memilih kerendahan hati dan iman yang cerdas.
Inilah iman yang:
Tidak menuntut
Tidak memaksa
Tetapi percaya penuh pada belas kasih Tuhan
Dan karena iman itulah, Yesus berkata:
“Karena perkataanmu itu…”
Bukan karena statusnya.
Bukan karena asal-usulnya.
Tetapi karena imannya.
Renungan Katolik harian Kamis ini menegaskan bahwa Tuhan tersentuh oleh iman yang rendah hati dan tekun.
Iman yang Bekerja Tanpa Bukti Langsung
Yesus tidak ikut pulang ke rumah perempuan itu.
Ia tidak menyentuh anak itu secara langsung.
Ia hanya berkata: “Setan itu sudah keluar.”
Dan perempuan itu percaya.
Ia pulang dan mendapati anaknya sembuh.
Ini pesan penting bagi kita:
Tidak semua mukjizat disertai tanda spektakuler
Tidak semua doa dijawab dengan sensasi
Kadang iman diminta untuk percaya sebelum melihat
Relevansi Renungan Katolik Hari Ini
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin:
Berdoa bertahun-tahun untuk keluarga
Memohon kesembuhan
Mengharapkan perubahan yang tak kunjung terjadi
Injil hari ini berkata dengan lembut namun tegas:
Jangan menyerah. Jangan berhenti berharap. Jangan mundur karena satu penolakan.
Tuhan mungkin sedang:
Menguatkan iman kita
Mengajar kita kerendahan hati
Menyiapkan jawaban yang lebih dalam dari sekadar keinginan kita
Refleksi Pribadi
Tanyakan pada diri kita hari ini:
Apakah aku mudah kecewa saat doaku belum dijawab?
Apakah aku masih percaya saat Tuhan terasa diam?
Apakah imanku cukup rendah hati untuk menerima “remah-remah” kasih karunia Tuhan?
Renungan Katolik Injil Markus 7:24–30 mengajak kita untuk tetap percaya bahwa satu remah kasih Tuhan cukup untuk mengubah hidup kita.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, ajarilah aku iman yang tidak menyerah. Ketika doaku terasa ditolak, ketika harapanku diuji, mampukan aku tetap percaya bahwa kasih-Mu selalu bekerja, bahkan saat aku belum melihat hasilnya. Amin. (sumber the katolik.com/kgg).
Berita menggapaiasa.comLainnya di Google News
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar