- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Featured Post
Dominasi tunggal putri di Thailand Masters sia-sia, Malaysia tetap angkat topi untuk pahlawan yang terjungkal
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

menggapaiasa.comMalaysia tetap angkat topi untuk wakilnya yang gagal meraih gelar meski mendominasi tunggal putri di Thailand Masters 2026.
Asosiasi bulu tangkis Malaysia tetap berbangga dengan keberhasilan wakilnya di Thailand Masters.
Seperti diketahui, Malaysia sebenarnya memiliki kans besar untuk memenangi satu gelar di turnamen BWF Super 300 tersebut.
Di sektor tunggal putri, Malaysia mengirim tiga wakil sekaligus di babak perempat final.
Bahkan Negeri Jiran menggaransi satu tiket final setelah dua wakilnya saling bentrok di semifinal yakni Goh Jin Wei dan Wong Ling Cing.
Sayangnya Jin Wei yang menembus final justru kalah cepat dari wakil India, Devika Sihag, di Nimibutr Stadium, Bangkok, Minggu (1/2/2026).
Jin Wei menyerah sebelum laga usai karena mengalami cedera dengan skor akhir 8-21, 3-6.
Direktur pelatihan sektor tunggal Malaysia, Kenneth Jonassen, tetap memuji penampilan para srikandi Negeri Jiran.
Jonassen mengaku terkesan dengan perjuangan Jin Wei hingga ke final.
"Saya terkesan dengan level permainan yang ditunjukkan Jin Wei sepanjang turnamen," kata Jonassen dikutip menggapaiasa.comdari New Straits Times.
"Saya sudah lama tidak melihat permainan seperti itu."
"Sikap pantang menyerah dan pengalamannya membantunya meraih kemenangan-kemenangan tersebut."
"Itu adalah kerja keras yang luar biasa dari para pelatihnya untuk membawanya ke level ini."
"Kami tidak hanya maju sebagai sebuah tim, tetapi juga sebagai sebuah bangsa di nomor tunggal putri," jelasnya.
Menariknya, Thailand Masters merupakan penampilan perdana Jin Wei di BWF World Tour tahun ini.
Jin Wei merupakan hasil polesan pelatih asal Indonesia, Nova Armada.
Jonassen juga melempar pujian untuk Karupathevan Letshanaa yang belum lama ini mencapai semifinal Super 500 pertamanya di Indonesia Masters 2026.
"Letshanaa dan Ling Ching telah tampil dengan baik dan terus maju, tetapi mereka harus mengembangkan kemampuan untuk mengendalikan emosi mereka."
"Ini bukan hal yang aneh, terutama ketika keinginan untuk menang sangat kuat."
"Hal ini menunjukkan bahwa kedua pemain masih perlu banyak belajar tentang diri mereka sendiri," tutur Jonassen.
Komentar
Posting Komentar