Featured Post

Dharma Polimetal (DRMA) ungkap proyeksi bisnis saat pasar otomotif lesu

menggapaiasa.com, JAKARTA — Emiten komponen otomotif besutan konglomerat TP Rachmat, PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) blak-blakan mengungkapkan proyeksi bisnis pada 2026, di tengah kondisi lesunya pasar domestik pada tahun lalu.

Presiden Direktur DRMA Irianto Santoso mengatakan, tantangan utama sepanjang 2025 berasal dari penurunan penjualan kendaraan roda empat yang cukup signifikan, sejalan dengan pelemahan pasar otomotif nasional dan dinamika makroekonomi global. 

"Kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap permintaan komponen otomotif, khususnya pada segmen kendaraan konvensional roda empat. Strategi utama kami adalah dengan memperluas pangsa pasar," ujar Irianto kepada Bisnis, Rabu (4/2/2026).

Lebih lanjut dia mengatakan, sepanjang 2025, DRMA mencatatkan kinerja penjualan yang tetap solid di tengah tekanan industri. Meskipun laporan keuangan 2025 belum dirilis, namun perseroan memproyeksikan penjualan pada tahun lalu naik single digit. 

Adapun, per kuartal III/2025, DRMA mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 9,2% (year on year/YoY) menjadi Rp4,39 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,02 triliun.

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp419,87 miliar pada 9 bulan 2025, naik 1,89% secara tahunan (yoy) dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya Rp412,07 miliar.

Menurutnya, segmen kendaraan roda dua menjadi penopang utama kinerja dengan kontribusi sekitar 62% terhadap total pendapatan seiring stabilnya permintaan, dibandingkan segmen roda empat yang melemah pada tahun lalu.

Data Gaikindo mencatat, penjualan mobil wholesales pada periode Januari-Desember 2025 tembus 803.687 unit. Capaian itu mengalami penurunan 7,2% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebesar 865.723 unit.

Penjualan ritel alias dari dealer ke konsumen sebanyak 833.692 unit, atau turun 6,3% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 889.680 unit.

Irianto mengatakan, perseroan tetap membidik kenaikan pendapatan pada 2026, didukung oleh strategi diversifikasi pasar ekspor, pengembangan bisnis sejak tahap awal, serta perluasan portofolio produk dan stock keeping unit (SKU) yang kian beragam.

"Untuk tahun 2026, DRMA menetapkan target pendapatan minimal Rp6,5 triliun, meningkat dibandingkan target pendapatan tahun 2025 sebesar Rp6 triliun," pungkasnya. 

Komentar