- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Featured Post
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

menggapaiasa.com, Pesawaran -Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian melantik sembilan kepala desa hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Antar Waktu di Lamban Agung, Komplek Rumah Dinas Bupati Pesawaran, Jumat (13/2/2026).
Pelantikan tersebut mencakup enam kecamatan di Kabupaten Pesawaran.
Adapun sembilan kepala desa yang dilantik yakni:
Agus Tian Akhmad Kepala Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, menggantikan Riyano Jaya Nugraha.
Imam Sumarto Kepala Desa Sinar Jati, Kecamatan Tegineneng, menggantikan Firdaus.
Andri Suryawan, Kepala Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Ratai, menggantikan Sahroni.
Dedek Aris Syahputra, Kepala Desa Khepong Jaya, Kecamatan Padang Cermin, menggantikan Sopri Idwin.
Cecep Juhayri, Kepala Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, menggantikan Surawan.
Muhammad Yazid, Kepala Desa Kertasana, Kecamatan Kedondong, menggantikan Nusrin Makbullah.
Suminto, Kepala Desa Purworejo, Kecamatan Negeri Katon, menggantikan Dean Adu Nughroho.
Sumari, Kepala Desa Bangun Sari, Kecamatan Negeri Katon, menggantikan Ester.
Hakim, Kepala Desa Negeri Ulangan Jaya, Kecamatan Negeri Katon, menggantikan Yaumal.
Bupati Nanda Indira mengatakan, pelantikan tersebut merupakan awal dari amanah besar yang diberikan masyarakat kepada para kepala desa terpilih.
Jabatan kepala desa, kata dia, bukan hanya tanggung jawab administratif, tetapi juga tanggung jawab moral.
“Kepala desa tidak hanya mengelola dana desa secara akuntabel, tetapi juga memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam pelayanan dasar, baik pendidikan, kesehatan, maupun penguatan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa di tengah dinamika ekonomi, sosial, serta perkembangan teknologi yang cepat, kepala desa harus adaptif, transparan, dan inovatif dalam menjalankan pemerintahan.
Setidaknya terdapat tiga pesan utama yang disampaikan kepada para kepala desa.
Pertama, menjaga integritas dengan tidak menyalahgunakan keuangan desa serta menjaga kepercayaan masyarakat.
Kedua, membangun partisipasi dengan melibatkan BPD, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, serta TP PKK dalam setiap perencanaan dan musyawarah desa.
Ketiga, memanfaatkan teknologi secara bijak untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan transparansi pemerintahan desa.
“Mari kita berjalan bersama, meluruskan niat, bekerja dengan hati, dan membuktikan bahwa desa-desa di Pesawaran mampu menjadi contoh kemajuan dan kemandirian,” pungkasnya.
(menggapaiasa.com/ Oky Indrajaya)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar