- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Featured Post
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

menggapaiasa.com, SUBANG - Video yang memperlihatkan sejumlah personel militer Malaysia berpesta bersama wanita panggilan di kamp beredar luas.
Militer Malaysia pun mendapat sorotan tajam.
Kementerian Pertahanan Malaysia kemudian memerintahkan penyelidikan internal karena warga sipil tersebut juga masuk tanpa izin.
“Tuduhan tersebut tidak mencerminkan budaya, nilai-nilai, dan praktik militer, yang didasarkan pada disiplin, profesionalisme, dan kepatuhan ketat terhadap prosedur keamanan,” bunyi pernyataan Kemenhan Malaysia, dikutip dari South China Morning Post, Senin (5/1/2026).
Kemenhan juga menegaskan bahwa jika tuduhan terbukti benar, tindakan tegas akan diambil tanpa kompromi, sesuai aturan dan hukum yang berlaku.
Viral di media sosial Negeri Jiran
Kasus ini mencuat setelah video pendek beredar di media sosial pada Minggu (4/1/2026), menunjukkan suasana pesta di dalam kamp militer.
Salah satu klip yang diklaim diambil di Pangkalan Udara Subang memperlihatkan seorang pria merangkul wanita berpakaian seperti hendak ke kelab malam.
Video lain menunjukkan wanita-wanita duduk di bar dan berbincang dengan pria berpakaian kasual.
Pengunggah video menuliskan, warga sipil itu masuk ke kamp dengan pakaian seronok dan dalam keadaan mabuk, berpesta bersama para anggota militer yang beberapa di antaranya sudah berkeluarga bahkan memiliki anak.
“Warga sipil yang memasuki kamp militer harus menunjukkan identitas dan melalui pemeriksaan, tetapi wanita-wanita ‘yeye’ ini diundang, diantar, dan diperlakukan seperti ratu,” tulis pengunggah, menggunakan istilah yang merendahkan.
Unggahan tersebut juga menekankan, tidak semua unit atau personel militer terlibat dalam kegiatan serupa.
“Beberapa unit bebas dari wanita ‘yeye’. Jangan samakan semua patriot bangsa kita,” tulisnya.
Salah satu perwira muda menyebut pesta serupa bisa berlangsung hingga empat kali dalam seminggu, per orang merogoh kocek sekitar 300–400 ringgit (Rp 1,24 juta-Rp 1,65 juta).
“Pada dasarnya ini seperti pesta di kelab malam, tetapi di dalam mess,” ujarnya.
Perwira itu juga mengaku terpaksa mengambil pinjaman pribadi untuk membayar kegiatan tersebut, dan akhirnya cuti sakit akibat tekanan pekerjaan dan keuangan.
Unggahan di media sosial juga memuat aturan tak tertulis untuk tamu pesta, mulai dari aturan berpakaian hingga instruksi agar tamu wanita diperkenalkan kepada perwira senior.
Bahkan daftar makanan turut dipublikasikan, yang mencantumkan menu seperti nasi goreng, nugget, kentang goreng, dan sosis.
Rakyat protes dengan sosis-nugget
Hal ini memicu gelombang ejekan warganet, yang menggunakan gambar nugget dan sosis sebagai bentuk sindiran.
“Makanan pestanya seperti di kantin sekolah,” komentar seorang pengguna.
Supermarket Mydin turut menambah kehebohan dengan unggahan promosi yang menyebut nugget dan sosis cocok untuk acara makan bersama.
Peneliti senior di Nusantara Academy for Strategic Research, Azmi Hassan, menilai masalah ini mencoreng kedisiplinan dan tata kelola di tubuh militer.
“Sudah lama beredar rumor tentang perilaku tidak pantas di fasilitas mess perwira,” ujarnya kepada This Week in Asia.
Azmi menyebut persoalan ini tidak bisa dianggap sebagai kasus individu semata karena menyangkut teladan di kalangan perwira.
“Pangkat yang lebih rendah akan meniru apa yang mereka lihat,” katanya.
Ia juga menyesalkan bahwa pimpinan militer tidak menangani persoalan ini lebih awal, dan memperingatkan agar insiden ini tak dianggap sebagai kasus dari kalangan tertentu.
Kepala Angkatan Darat yang baru dilantik, Jenderal Azhan Md Othman, pada Selasa (6/1/2026), mengatakan bahwa insiden ini ditangani secara serius dan menyerukan seluruh pasukan menjaga ketenangan serta menjunjung tinggi profesionalisme, seperti dilaporkan kantor berita Bernama.
Kasus ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap institusi militer Malaysia dalam beberapa bulan terakhir.
Pada 23 Desember 2025, Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) mengumumkan penyelidikan atas dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan angkatan darat periode 2023–2025.
Beberapa individu yang diduga terlibat telah diidentifikasi.
“Pelacakan aset dan langkah pembekuan tengah dilakukan. Namun, nilai aset belum diungkapkan karena investigasi masih berlangsung,” ujar MACC, dikutip New Straits Times.
Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Malaysia mengumumkan pada 31 Desember 2025 bahwa Jenderal Muhammad Hafizuddeain Jantan, yang sebelumnya dijadwalkan memimpin angkatan bersenjata, diberhentikan sementara demi kelancaran investigasi terhadap tuduhan yang menjeratnya.
Kementerian tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai dugaan pelanggaran tersebut, sebagaimana dilaporkan Sinar Harian. (*)
Sumber: https://www.kompas.com/global/read/2026/01/06/173544870/militer-malaysia-tepergok-pesta-bareng-wanita-panggilan-rakyat-protes?page=all#page2.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar