Featured Post

Timnas U-20 era Nova Arianto ala STY, fisik lemah status Eropa tak berguna di Timnas U-20

Timnas U-20 era Nova Arianto ala STY, fisik lemah status Eropa tak berguna di Timnas U-20

NGAWI PIKIRAN RAKYAT - Ousmane Maiket Camara, pemain berdarah Guinea dengan fisik atletis khas Afrika, secara jujur mengakui dirinya kewalahan dalam seleksi Timnas U-20. Ia harus bersusah payah mengimbangi intensitas latihan yang diterapkan tim pelatih.

"Tantangan terbesar adalah persaingan pemain, banyak pemain bagus di sini," ujar Ousmane Camara.

Hal serupa diamini oleh Reno Salampessy, putra legenda Ricardo Salampessy, yang menyebut seleksi ini menuntut mereka menantang diri sendiri ke level berikutnya.

Nova Arianto, pelatih Timnas U-20, menerapkan standar "berdarah-darah" ini dengan satu tujuan mulia ia tidak ingin lagi melihat pemain Timnas Indonesia yang kram di menit ke-60 atau kalah adu bodi dengan lawan.

Di seleksi ini, status keturunan atau anak legenda tidak memberikan jaminan apa-apa. Kalau fisik tidak sampai standar, ya harus digembleng lagi atau pulang.

Generasi 2026 ini sedang ditempa untuk menjadi tim dengan fisik terkuat yang pernah dimiliki Indonesia.

Ousmane Camara mengakui bahwa level disiplin taktik dan kecepatan yang diminta Coach Nova sangat tinggi, bahkan mungkin setara dengan standar akademi klub Eropa.

"Saya harus meningkatkan fisik saya untuk bisa bersaing dengan pemain lain," katanya.

Reno Salampessy juga mengakui bahwa seleksi ini sangat ketat.

"Saya harus memberikan yang terbaik dan membuktikan diri saya layak untuk tim ini," katanya.

Dengan persiapan yang matang, Timnas U-20 Indonesia siap tempur di ajang internasional. Nova Arianto yakin bahwa timnya dapat tampil maksimal dan mencapai hasil yang baik.***

Komentar