Renungan Harian Katolik Minggu 4 Januari 2026,andquotJadi Misionaris Cilik Bagi Teman Terdampak Bencanaandquot - MENGGAPAI ASA

Renungan Harian Katolik Minggu 4 Januari 2026,andquotJadi Misionaris Cilik Bagi Teman Terdampak Bencanaandquot

Renungan Harian Katolik Minggu 4 Januari 2026,andquotJadi Misionaris Cilik Bagi Teman Terdampak Bencanaandquot

Renungan Harian Katolik

Minggu 4 Januari 2026

Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD

HR Penampakan Tuhan

BERSAMA YESUS SANG CAHAYA: JADILAH MISIONARIS CILIK BAGI TEMAN-TEMAN TERDAMPAK BENCANA ALAM

(Yes. 60:1-6; Mzm. 72:1-2.7-8.10-11.12-13; Ef. 3:2-3a.5-6; Mat. 2:1-12).

"Lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat di mana Anak itu berada." (Mat. 2:9).

Anak-anak SEKAMI hari ini adalah hari sukacita besar bagimu bersama teman-teman kamu di seluruh dunia.

Gereja memaknai hari sukacitamu secara istimewa bertepatan dengan Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani), kita merayakan Hari Anak Misioner Sedunia ke-183. Tema indah yang ditawarkan adalah "One in Christ, United in Mission."

Kita semua dipersatukan dalam Kristus dan diutus bersama untuk mewartakan kasih-Nya kepada sesama (teman-teman) yang sedang menderita tertimpa bencana alam. 

Di Indonesia ada beberapa pulau terkena musibah tanah longsor, dan banjir bandang. Banyak teman-temanmu bersama orang tua mereka meninggal terbawa arus air yang besar, rumah hanyut, kampung mereka tinggal dan bermain hilang atau tertimbun tanah, batu, kayu yang dibawa oleh air dari gunung atau dataran yang lebih tinggi.

Dalam situasi yang sulit seperti ini, mereka tidak bisa merayakan natal, tahun baru dan hari raya penampakan dengan penuh kegembiraan seperti Anda sekarang ini.

Walau mereka lagi susah dan menderita, Tuhan Yesus hadir di tengah-tengah untuk menghibur dan menguatkan mereka dan menyelamatkan mereka yang meninggal.

Kita juga melalui semangat 2D2K, walau secara fisik kita tidak menjangkau mereka, namun bersama Yesus kita satu dengan mereka dalam semangat solidaritas, kepedulian dan amal kasih, berdoa serta berbagi dengan mereka (anak bantu anak). 

Dengan cahaya bintang, penampakan Tuhan hari ini, kita semua mengarahkan pandangan kepada mereka, sebab Tuhan Yesus ada di temgah-tengah mereka.

Kita persembahkan hati kita kepada mereka dan apa pun yang bisa kita bagikan untuk menolong mereka.

Hanya dengan pemberian yang penuh cinta, sukacita besar mereka alami karena Tuhan sendirilah yang menyempurnakan kegembiraan-Nya bagi mereka dalam pemberian kita yang tak berarti itu.

Dalam peduli dengan sesama yang terdampak bencana alam, kita bersatu erat dengan Tuhan Yesus, lalu mewujudkan ajaran-Nya tentang kasih bagi teman-teman yang menjadi korban.

Kita saling menolong, saling menyelamatkan. Allah dalam Yesus memenuhi janji-Nya untuk menyelamatkan semua bangsa. Kita semua yang percaya kepada Anak Allah yang menampakan Diri-Nya hari ini, merasa bahagia dan mau terus erat bersatu dengan Dia sebagai sumber keselamatan kita.

Melalui cahaya bintang para sarjana dari Timur bertemu Yesus dan ibu-Nya Maria, lalu sujud menyembah dan memberi persembahan berharga mereka kepada Sang Raja Damai: emas, dupa dan mur.

Persembahan berharga ini menandakan persembahan diri karena sukacita berjumpa dengan Sang Juru Selamat dunia. 

Bangsa Israel sebagai bangsa pilihan, mengalami kegelapan dan penderitaan yang hebat di tanah pembuangan.

Oleh kuasa Tuhan mereka dibimbing kembali bersatu di antara mereka dan dengan Tuhan sendiri. Sesudah pulang dari pembuangan,Tuhan bimbimg mereka melalui nabi Yesaya agar percaya diri untuk membangun masa depan yang terberkati.

Fondasi optimisme iman itu adalah terang dan kemuliaan Tuhan yang telah datang. Persatuan mereka merupakan kesaksian besar bagi bangsa-bangsa bahwa mereka berhimpun bersama untuk menyembah dan memashyurkan nama Tuhan. "Kemuliaan Tuhan terbit atasmu dan semua bangsa datang mengelilingimu." (Yes. 60:6). 

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, kiranya semua bangsa menyembah Engkau ya Tuhan.

"Sebab Ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, Ia akan membebaskan orang tertindas, dan orang-orang yang tidak punya penolong; Ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, Ia akan menyelamatkan nyawa orang papa." (Mzm. 72:12-13).

Nyanyian pemazmur mengungkapkan kemuliaan Tuhan kepada manusia. Santo Paulus menegaskan bahwa dalam Kristus Allah telah menampakan kemuliaan-Nya kepada umat. Rahasia Kristus telah diwahyukan dan para bangsa menjadi pewaris perjanjian.

Tuhan telah mengangkat derajat manusia ke dalam relasi pribadi yang erat dengan Allah. Paulus bersyukur atas  keterbukaan umat untuk beriman kepada Kristus. Kepenuhan hidup kita hanya ada dalam Kristus.

Kita terus berusaha untuk bersatu dengan Tuhan dan hidup sesuai Injil menjadi cahaya bintang bagi orang lain yang tersesat. 

Para sarjana mencari Sang Almasih dengan hati yang gembira. Tantangan ada. Walau salah arah, namun tidak hilang fokus pada Sang Cahaya. Bertemu dan bertanya pada Herodes adalah fatal.

Namun mereka yakin akan tujuan ziarah suci berjumpa dengan Yang Ilahi. Mereka pun bertemu Dia yang dicari yakni Sang Bintang Sejati. Dalam kegelapan hidup, kita butuh cahaya ilahi Sang Almasih. 

Walau dunia makin maju dan berubah serta penuh tantangan, gelora memperjuangkan kebenaran jangan pernah lesu. Terus berjuang membawa cahaya Tuhan kepada dunia yang gelap dan sesama yang menyeret beban kesusahannya. Siapa pun kita dan apa pun yang kita lakukan adalah tugas perutusan untuk mengabdi Tuhan sang pemenuh kehidupan dalam diri sesama yang kita layani. Dalam dan melalui tugas serta peran yang diemban: kita wartakan kabar sukacita keselamatan dengan iman yang teguh, pengharapan kokoh dan kasih yang terus menyala. 

Anak-anak sahabat Tuhan Yesus terus dibimbing agar menjadi bintang Tuhan dalam dunia melalui misi agung mereka: berdoa dengan setia, dilatih untuk berbagi dengan sesama, berkorban  dan saling memberi teladan baik di antara mereka.

Dengan demikian cahaya bintang Tuhan takkan pudar, dan sukacita tetap menyelimuti kita walau kadang susah datang menimpa. 

Dalam kegembiraan, jangan lupa upaya bertobat. Pertobatan sekecil apa pun pasti mendapat pengampunan dari Tuhan. Kesempurnaan sukacita dalam hidup adalah pertobatan.

Selamat pesta penampakan Tuhan. Tuhan berkatimu semua. (RP.FF. Arso Kota, Minggu/Hari Anak Misioner Sedunia Ke-183/Hari Raya Penampakan Tuhan/A/II, 040126).

Posting Komentar untuk "Renungan Harian Katolik Minggu 4 Januari 2026,andquotJadi Misionaris Cilik Bagi Teman Terdampak Bencanaandquot"