- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Featured Post
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Penandatanganan-kerja-sama-hunian-vertikal-apartemen-di-Kemang-Jakarta-Selatan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pembangunan hunian vertikal di Jakarta Selatan kembali dilanjutkan setelah sempat tertunda.
- SKB menunjuk Pulau Intan Bajaperkasa Konstruksi sebagai kontraktor utama melalui program P3K.
- Riset JLL dan Colliers menunjukkan harga stabil, penjualan stagnan, namun minat konsumen tetap ada.
menggapaiasa.com, JAKARTA — Pembangunan hunian vertikal di Jakarta Selatan kembali berlanjut setelah sempat tertunda. Proyek ini menjadi bagian dari dinamika pasar properti di ibu kota yang masih bergerak meski penjualan relatif stagnan.
Salah satu proyek yang kembali berjalan berada di kawasan Kemang. Manajemen baru memastikan pengerjaan dilanjutkan dengan target penyelesaian lebih terukur, menyesuaikan kebutuhan pasar residensial di segmen menengah-atas.
PT Sintesis Kreasi Bersama (SKB) menunjuk PT Pulau Intan Bajaperkasa Konstruksi sebagai kontraktor utama melalui program Penyelamatan Penyelesaian Pembangunan Kembali (P3K). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penyelesaian proyek yang sempat tertunda.
Direktur proyek, Fiar Nafiaristo Hamdani, menyatakan, “Kami harapkan proyek ini dapat segera selesai agar kebutuhan konsumen bisa terpenuhi,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).
Pihak kontraktor, Agustinus Setijanto, menegaskan kesiapan menjalankan kepercayaan yang diberikan.
“Kami siap menyelesaikan pembangunan secara profesional sehingga unit dapat diserahterimakan tepat waktu,” katanya.
Data Pasar Properti Jakarta Selatan
Riset Jones Lang LaSalle (JLL) mencatat rata-rata harga penawaran apartemen di Jakarta pada Q1 2025 berada di kisaran Rp35,77 juta per m⊃2;, naik tipis 0,1 persen dibanding kuartal sebelumnya dan 0,3% secara tahunan.
Jakarta Selatan masih menjadi kawasan dengan aktivitas tinggi berkat lokasi dekat pusat bisnis serta akses transportasi MRT dan tol. Meski harga relatif stabil, tingkat penjualan sepanjang semester pertama 2025 cenderung stagnan.
Sementara itu, laporan Colliers Q4 2025 menunjukkan minat terhadap apartemen di Jakarta Selatan tetap ada meski pasokan baru terbatas, hanya sekitar setengah dari level 2024.
Konsumen lebih mengutamakan kepastian penyelesaian proyek dan kredibilitas pengembang, dengan preferensi pada unit siap huni.
Analisis
Pasar apartemen di Jakarta Selatan menunjukkan harga stabil dengan kenaikan tipis, menandakan daya tahan terhadap gejolak ekonomi. Namun, penjualan masih stagnan karena insentif fiskal belum cukup mendorong penyerapan unit.
Permintaan tetap kuat berkat lokasi strategis dan keberlanjutan proyek, sehingga peluang hunian vertikal yang berlanjut lebih besar untuk terserap pasar.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar