Featured Post

Pangkormar naikkan pangkat 23 prajurit marinir korban longsor di Cisarua

menggapaiasa.com.CO.ID, JAKARTA -- Panglima Komando Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada 23 prajurit Korps Marinir yang gugur tertimpa longsor saat menjalankan Latihan Pratugas Satgas Pamtas RI-PNG di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Penganugerahan KPLB berlangsung di Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jumat (30/1/2026).

Menurut Endi, kenaikan pangkat tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan tertinggi negara atas pengabdian, dedikasi, dan pengorbanan para prajurit yang gugur dalam tugas. "Seluruh prajurit yang meninggal dunia dinaikkan satu tingkat lebih tinggi dari pangkat terakhir yang disandang semasa hidup," ucap Endi.

Dalam momen itu juga diserahkan santunan kepada keluarga prajurit Marinir yang ditinggalkan. Santunan dari ASABRI dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja sebesar Rp 353 juta.

Hingga Jumat (30/1/2026), tim SAR gabungan dan para prajurit TNI AL yang berada di lokasi telah berhasil mengevakuasi tujuh jenazah prajurit Marinir TNI AL. Sementara upaya pencarian terhadap 16 prajurit lainnya terus dilakukan secara maksimal oleh tim SAR gabungan.

Adapun tujuh prajurit yang telah berhasil dievakuasi, yaitu Serda Marinir Sidiq Hariyanto, Praka Marinir Muhammad Kori, Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita, Praka Marinir Ari Kurniawan, dan Pratu Marinir Febry Bramantio. Kemudian, Serda Marinir Rein Pasaike dan Koptu Marinir Edi Haryono.

 

TNI AL memastikan hak-hak keluarga prajurit dengan memberikan santunan, jaminan pendidikan bagi anak, serta pendampingan berkelanjutan. Pengorbanan para prajurit Marinir dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini akan selalu dikenang sebagai teladan pengabdian tanpa batas.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya 23 prajurit terbaik Korps Marinir. Ali menyebut, dedikasi dan loyalitas para patriot ini merupakan wujud nyata pengorbanan tertinggi prajurit Jalasena, demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Pengabdian mereka akan selalu terukir dalam sejarah TNI Angkatan Laut," ujar Ali.

Komentar