Mulut berbusa dan ruam merah, misteri kematian sekeluarga di Warakas masih diselidiki

menggapaiasa.com, JAKARTA — Misteri kematian tiga orang dalam satu keluarga yang ditemukan tak bernyawa di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, hingga kini masih menjadi tanda tanya besar.
Polisi belum dapat memastikan penyebab meninggalnya ketiga korban yang ditemukan dalam kondisi tidak wajar di sebuah rumah kontrakan di Jalan Warakas VIII Gang 10.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan toksikologi untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi sebelum para korban meninggal dunia.
“Untuk dugaan penyebab kematian, saat ini belum bisa kami sampaikan karena proses analisa dan pemeriksaan masih berlangsung,” ujar Onkoseno saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (2/1/2026).
Ia menegaskan, penyelidikan kasus tersebut masih berjalan dan membutuhkan kehati-hatian agar kesimpulan yang diambil benar-benar berdasarkan bukti ilmiah.
Hingga kini, Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara juga masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati yang dinilai krusial untuk menentukan penyebab kematian ketiga korban.
“Sejauh ini belum bisa dipastikan penyebabnya. Kami masih menunggu hasil toksikologi,” kata Onkoseno saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2026).
Menurut Onkoseno, pihak kepolisian belum dapat memastikan kapan hasil pemeriksaan tersebut akan keluar.
“Iya, masih menunggu. Belum tahu kapan hasilnya bisa kami terima dan sampaikan ke publik,” lanjutnya.
Sambil menunggu hasil medis, polisi terus mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian. Hingga saat ini, sekitar 10 orang saksi telah dimintai keterangan.
“Kurang lebih ada 10 saksi, mayoritas merupakan tetangga korban,” jelasnya.
Ditemukan Tanda Tak Wajar pada Jenazah
Dari hasil penanganan awal di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah tanda mencurigakan pada ketiga jenazah.
Onkoseno mengungkapkan, ketiga korban ditemukan dengan kondisi mulut mengeluarkan busa serta terdapat ruam kemerahan di hampir seluruh tubuh.
“Berdasarkan penanganan awal di TKP, tiga korban meninggal dalam kondisi mulut berbusa dan terdapat ruam merah,” ungkapnya.
Temuan tersebut menjadi fokus utama penyelidikan karena dinilai tidak lazim dan membutuhkan pendalaman lebih lanjut melalui pemeriksaan forensik.
Korban Selamat Tak Alami Gejala Serupa
Menariknya, tanda-tanda tersebut tidak ditemukan pada satu korban lain yang saat ini masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di RSUD Koja.
Perbedaan kondisi tersebut membuat polisi semakin berhati-hati dalam menarik kesimpulan awal terkait penyebab kematian ketiga korban.
“Itu juga masih dalam pemeriksaan. Secara kasat mata, ruam merah hanya terlihat pada jenazah. Namun penyebabnya apa dan sejauh mana, masih dianalisis oleh dokter forensik,” jelas Onkoseno.
Belum Disimpulkan Keracunan
Hingga kini, polisi belum dapat memastikan apakah kematian ketiga korban disebabkan oleh keracunan atau faktor lain.
Proses olah TKP dan pengumpulan barang bukti masih terus dilakukan guna memperkuat hasil penyelidikan.
Sementara itu, ketiga jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk menjalani pemeriksaan luar dan autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian.
“Untuk ketiga korban saat ini sedang dilakukan pemeriksaan luar dan autopsi di Rumah Sakit Polri,” pungkas Onkoseno.
Artikel ini diolah dari sumber : TribunJakarta
Posting Komentar untuk "Mulut berbusa dan ruam merah, misteri kematian sekeluarga di Warakas masih diselidiki"
Posting Komentar