Longsor di Cisarua telan banyak korban, Pemkab Bandung Barat tetapkan status darurat bencana

menggapaiasa.com – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat resmi menetapkan status darurat bencana, menyusul besarnya jumlah korban dalam bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyatakan, penetapan status darurat dilakukan untuk mempercepat seluruh proses penanganan di lapangan, terutama upaya pencarian 82 warga yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
“Saya tetapkan status darurat bencana, karena korban cukup banyak dan membutuhkan penanganan segera,” ujar Jeje seperti dikutip Radar Bogor (Jawa Pos Group), Minggu (25/1).
Dengan status tersebut, Jeje memastikan seluruh sumber daya pemerintah daerah akan dimaksimalkan. Mulai dari personel, logistik, hingga alat berat, dikerahkan untuk mendukung pencarian korban dan penanganan dampak bencana.
Tak hanya fokus pada evakuasi, Pemkab Bandung Barat juga menyiapkan langkah antisipasi ke depan. Jeje menegaskan penguatan mitigasi bencana menjadi prioritas, mengingat wilayah Bandung Barat dan sebagian besar Jawa Barat merupakan kawasan rawan longsor.
“Kami akan memperkuat koordinasi dan mitigasi, terutama di wilayah perbukitan dan tanah miring yang tingkat risikonya tinggi,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, tim SAR gabungan masih terus berjibaku melakukan pencarian korban yang tertimbun material longsor. Proses pencarian dilakukan secara manual dengan melibatkan personel gabungan serta bantuan anjing pelacak K9.
Menurut Herman, seluruh proses pencarian dan evakuasi dikoordinasikan langsung oleh Bupati Bandung Barat dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, hingga Basarnas.
“Total ada 113 warga yang terdampak langsung. Sebanyak 23 orang berhasil selamat dan sudah diamankan, delapan orang ditemukan meninggal dunia, dan 82 warga lainnya masih dalam proses pencarian,” jelas Herman.
Komentar
Posting Komentar