Konten AI berpotensi pecah belah persatuan, Bupati Kendal minta Kemenag perbanyak konten mencerahkan

Ringkasan Berita:
- Bupati Kendal meminta ASN Kemenag Kendal mewaspadai konten AI yang dapat memecah belah persatuan warga.
- Para ASN Kemenag Kendal pun diminta memperbanyak konten yang menyejukkan, moderat, dan mencerahkan.
- Kemenag Kendal berkomitmen adaptif terhadap perubahan zaman dan bakal meningkatkan kualitas madrasah maupun perguruan tinggi agama.
menggapaiasa.com, KENDAL - Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengingatkan maraknya konten menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang dapat memecah belah persaudaraan dan umat beragama.
Dia pun meminta aparatur sipil negara (ASN) dari Kementerian Agama (Kemenag) Kendal, Jawa Tengah, memperbanyak konten digital yang menyejukkan.
"ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, moderat, dan mencerahkan," kata bupati yang akrab disapa Tika, saat membacakan sambutan upacara Hari Amal Bakti Kemenag ke-80, Sabtu (3/1/2026).
Menurut Tika, pembuatan konten-konten keagamaan memang bisa melibatkan teknologi AI.
Namun, ia menegaskan, penggunaannya harus proporsional dan tetap berpijak pada nilai ketuhanan dan kemanusiaan.
"Algoritma masa depan tidak boleh hampa nilai," ujarnya.
Selain menyoroti AI, Tika juga berpesan agar ASN Kemenag Kendal meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, memberdayakan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan.
"Perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial harus dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk memajukan bangsa,” sambungnya.
Tingkatkan Kualitas Madrasah
Sementara, Kepala Kemenag Kendal Zainal Fatah mengatakan, pihaknya juga ikut memperkuat peran pesantren serta mengembangkan pemberdayaan ekonomi sosial keagamaan melalui zakat, wakaf, infak, sedekah, hingga dana kebajikan.
Sedangkan di sektor pendidikan, Kemenag Kendal akan terus meningkatkan kualitas madrasah dan perguruan tinggi keagamaan yang kian kompetitif.
"Kami mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk terus adaptif, responsif, dan berintegritas dalam menghadapi perubahan zaman demi terwujudnya Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat," katanya.
Dalam upacara yang digelar di Alun-alun Kendal itu yang mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju," peserta nampak khidmat mengikuti prosesi upacara meski di tengah guyuran hujan.
Upacara HAB ke-80 diikuti ASN dan pegawai non-ASN Kemenag Kendal, unsur Forkopimda, serta ratusan pelajar dari berbagai satuan pendidikan di bawah naungan Kemenag. (*)
Komentar
Posting Komentar