BMKG peringatkan potensi banjir & longsor di Jateng, curah hujan tinggi hingga Februari - MENGGAPAI ASA

BMKG peringatkan potensi banjir & longsor di Jateng, curah hujan tinggi hingga Februari

jateng.menggapaiasa.com, SEMARANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Jawa Tengah seiring masih tingginya curah hujan yang diprakirakan berlangsung hingga dasarian kedua Februari 2026.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan sebagian besar wilayah Jawa Tengah hingga kini masih mengalami hujan berdasarkan hasil monitoring hari tanpa hujan (HTH) per 10 Januari 2026.

“Sebagian wilayah Jawa Tengah bagian tengah hingga selatan berada pada kategori sangat pendek, yakni satu sampai lima hari tanpa hujan. Sementara beberapa titik di wilayah Cilacap dan Banyumas masuk kategori pendek, enam hingga sepuluh hari tanpa hujan,” kata Teguh di Cilacap, Senin (12/1).

Berdasarkan analisis curah hujan dasarian pertama Januari 2026 (1-10 Januari), BMKG mencatat curah hujan di Jawa Tengah secara umum berada pada kategori menengah hingga tinggi.

Wilayah Jawa Tengah bagian timur tercatat berada pada kategori hujan rendah hingga menengah. Sementara itu, Kabupaten Jepara dan Kudus serta sebagian besar wilayah Demak masuk kategori tinggi hingga sangat tinggi.

BMKG juga memprediksi pada dasarian kedua Januari 2026, peluang curah hujan kategori menengah dengan probabilitas lebih dari 60 persen terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Tengah.

Namun, Teguh menyebut sejumlah daerah, seperti sebagian Brebes, Tegal, Pemalang, Kendal, Demak, Rembang, dan Grobogan diprakirakan memiliki peluang curah hujan menengah yang lebih rendah dibanding wilayah lainnya.

Di sisi lain, peluang curah hujan tinggi hingga sangat tinggi dengan probabilitas lebih dari 60 persen diperkirakan terjadi di seluruh wilayah Batang dan Kabupaten/Kota Pekalongan, serta sebagian wilayah Pemalang, Kendal, Purbalingga, dan Jepara.

“Prediksi deterministik BMKG menunjukkan pada dasarian kedua dan ketiga Januari 2026, curah hujan umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi,” ujarnya.

Kondisi tersebut diprakirakan berlanjut hingga dasarian kedua Februari 2026, meskipun wilayah Rembang, Blora, dan Grobogan cenderung berada pada kategori curah hujan rendah.

Seiring kondisi itu, BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi serta daerah rawan bencana.

“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca dan iklim dari BMKG serta melakukan langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko bencana,” kata Teguh. (antara/jpnn)

Posting Komentar untuk "BMKG peringatkan potensi banjir & longsor di Jateng, curah hujan tinggi hingga Februari"