Featured Post

Basarnas ungkap data langkah kaki kopilot ATR 42-500, aktivitas lama di Jogjakarta

menggapaiasa.com - Teka-teki data langkah kaki Farhan Gunawan pada ponsel yang sudah ditemukan oleh Tim SAR Gabungan akhirnya terjawab. Menurut Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, data itu merupakan rekam jejak langkah kaki dari aktivitas lama kopilot Pesawat ATR 42-500 di Jogjakarta.

"Terkait dengan pergerakan yang dari smartphone (Farhan Gunawan), kami sudah dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan dan yang bersangkutan sudah dimintai keterangan, setelah dibuka bahwa ternyata rekaman itu di beberapa bulan yang lalu waktu korban masih di Jogja," terang dia kepada awak media pada Selasa (20/1).

Syafii memastikan bahwa Tim SAR Gabungan sudah menjelaskan hal itu kepada pihak keluarga. Menurut dia, mereka sudah memahami dan mengerti bahwa data yang muncul pada ponsel Farhan bukan aktivitas baru. Melainkan aktivitas lama beberapa bulan lalu.

"Itu sudah diklirkan tadi pagi. Jadi, pihak keluarga juga sudah memahami. Dan kami juga memahami perasaan keluarga, makanya (informasi) itu proses," kata Syafii.

Perwira tinggi bintang tiga TNI AU itu memohon doa agar operasi SAR terhadap korban kecelakaan pesawat di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut dapat berjalan dengan aman dan lancar. Saat ini, sudah ada ribuan personel yang dikerahkan. Juga sudah dikerahkan 3 helikopter.

"Mohon doanya saja, kami sudah mengerahkan banyak pesawat, mulai dari pesawat Boeing, ada 3 helikopter. Sekarang kami modifikasi cuaca, mudah-mudahan cuaca membaik," harapnya.

Sebelumnya, Farhan menyampaikan kabar penuh harapan setelah ponsel milik pria salah seorang korban kecelakaan pesawat itu ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Minggu (18/1), mereka mendapati data langkah kaki yang terus bertambah pada ponsel tersebut. Data itu bersumber dari smartwatch Farhan yang terhubung dengan ponsel.

Berdasar informasi yang beredar luas di media sosial, data pada pukul 18.53 kemarin menunjukkan langkah kaki sebanyak 9.013. Angka itu kemudian bertambah pada pukul 22.46 menjadi 13.647 langkah. Meski belum ada kabar apapun dari Tim SAR Gabungan mengenai Farhan, data-data itu memunculkan secercah harapan. Sehingga kerabat Farhan menyampaikannya kepada publik.

"Saya saudaranya Farhan dari adik saya namanya Dian. Adik saya pacarnya Farhan, mereka sudah pacaran 5 tahun. Maksud saya memberikan video ini adalah adik saya tidak mampu untuk diwawancarai media, karena dia lagi syok dan sekarang lagi berjuang cari Farhan," ucap seorang perempuan dalam video yang beredar luas di media sosial.

Sambil berulang menahan tangis, perempuan itu berusaha menjelaskan detik-detik munculnya informasi langkah kaki pada ponsel milik Farhan. Sesuai dengan data dari otoritas berwenang, pesawat yang diawaki oleh Farhan hilang kontak pada Sabtu siang pekan lalu (17/1). Sehari kemudian, Tim SAR Gabungan mengkonfirmasi bahwa pesawat itu sudah jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep.

"Jadi, saya minta tolong ke media. Bahwa pesawat jatuh tanggal 17 (Januari 2026), terus tanggal 18 dilakukan pencarian dan HP Farhan ada dapat, HP-nya dapat ditemukan, terus HP-nya sekarang sudah dipegang sama adik saya," kata dia.

HP itu terhubung dengan smartwatch yang dikenakan oleh Farhan. Dari smartwatch itulah pergerakan langkah kaki terdeteksi. Mulai sekitar pukul 18.00 sampai lewat pukul 22.00. Untuk itu, kerabat dan keluarga Farhan berharap agar Tim SAR Gabungan dapat segera menemukan salah seorang korban kecelakaan pesawat tersebut.

"Ini (19 Januari 2025) hari ketiganya dia di hutan. Jadi, tolong kepada Bapak Prabowo atau siapa pun menteri-menteri di sana yang bisa ngasih bantuan, tolong turunkan Tim SAR lebih banyak lagi. Sekaligus sama helikopter atau apalah yang bisa cari dia ke hutan sana, saya mohon sekali," harapnya.

Komentar