Aurelie Moeremans dapat teror setelah tulis pengalaman jadi korban grooming di buku "Broken Strings"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Aurelie-Moeremans-Ungkap-Modus-partai.jpg)
Ringkasan Berita:
- Aurelie Moeremans mengenalkan buku terbarunya, Broken Strings
- Sejak bukunya viral dan banjir dukungan, mulai muncul teror dialami Aurelie Moeremans dari pihak yang tak bertanggung-jawab dan tersinggung oleh buku itu
- Meski ancaman tersebut tidak ditanggapi, Aurelie Moeremans menilai situasi itu tetap mengganggu dan menimbulkan rasa tidak nyaman
menggapaiasa.com, JAKARTA - Bintang film Aurelie Moeremans tidak lagi mengunggah ulang dukungan dari teman maupun rekan sesama artis atas buku terbarunya, Broken Strings.
Keputusan itu diambil bukan karena kurang menghargai, melainkan upaya melindungi agar pendukungnya tidak ikut menjadi sasaran teror.
Sejak bukunya viral dan banjir dukungan, mulai muncul teror dialami Aurelie Moeremans dari pihak yang tak bertanggung-jawab dan tersinggung oleh buku itu.
Aurelie Moeremans bercerita pernah mengunggah ulang dukungan dari Hesti Purwadinata terkait buku Broken Strings.
Setelah unggahan itu dibagikan ulang, Hesti Purwadinata dan Edo Borne, suaminya, justru menerima ancaman dari orang tak dikenal.
Ancaman itu sudah sampai ke pesan WhatsApp di nomor pribadi Edo Borne.
"Sampai sekarang, teh Hesti dan suaminya masih terus diancam, dari direct message hingga pesan di WhatsApp," kata Aurelie Moeremans dikutip Senin (12/2/2026).
Meski ancaman tersebut tidak ditanggapi, Aurelie Moeremans menilai situasi itu tetap mengganggu dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
"Kalau aku yang diancam, aku bisa terima, tapi kalau sampai orang lain ikut kena hanya karena berdiri di sampingku, itu berat,” tegas Aurelie Moeremans.
Ia menyadari bahwa unggahan ulang justru bisa membuka identitas para pendukungnya ke pihak-pihak yang berniat buruk.
Aurelie Moeremans tetap membaca, menghargai, dan merasakan seluruh doa serta dukungan yang diberikan kepadanya.
Aurelie Moeremans membagikan gratis buku Broken Wings yang menuliskan kisah personal tentang luka batin dan proses penyembuhan yang dialaminya.
Ia menjadi korban grooming di usia remaja, pengalaman yang kini ia bagikan sebagai bentuk keberanian sekaligus penguatan bagi para penyintas lainnya.
Grooming yang dialami Aurelie Moeremans itu dapat berarti pemikatan atau kekerasan seksual.
Posting Komentar untuk "Aurelie Moeremans dapat teror setelah tulis pengalaman jadi korban grooming di buku "Broken Strings""
Posting Komentar