Featured Post

Update harga BBM: Pertamina, Shell, BP, dan Vivo jelang Nataru 2025–2026

PIKIRAN RAKYAT – Harga bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Pertamina, Shell, BP, dan Vivo terpantau stabil menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hingga pertengahan Desember, belum terlihat adanya penyesuaian harga di sejumlah SPBU tersebut.

Berdasarkan pantauan dari laman resmi Pertamina di Jakarta, Senin, harga BBM non-subsidi jenis Pertamax Series maupun Pertamina Dex Series tidak mengalami perubahan sejak awal Desember 2025.

Harga BBM Pertamina

Adapun rincian harga BBM di SPBU Pertamina wilayah Jakarta sebagai berikut: Pertalite Rp10.000 per liter, Solar subsidi Rp6.800 per liter, Pertamax Rp12.750 per liter, Pertamax Turbo Rp13.750 per liter, Pertamax Green Rp13.500 per liter, Dexlite Rp14.700 per liter, serta Pertamina Dex Rp15.000 per liter.

Stabilnya harga BBM Pertamina ini memberikan kepastian bagi masyarakat yang bersiap melakukan perjalanan selama periode libur akhir tahun.

Harga BBM Shell Tetap, Stok Mulai Pulih

Sementara itu, harga BBM di SPBU Shell juga tercatat tidak mengalami perubahan sejak awal Desember 2025. Selain stabilnya harga, ketersediaan BBM jenis Shell Super dilaporkan berangsur pulih di sejumlah SPBU.

Mengacu pada laman resmi Shell, harga BBM yang berlaku yakni Shell Super Rp13.000 per liter, V-Power Rp13.630 per liter, V-Power Diesel Rp15.250 per liter, serta V-Power Nitro+ Rp13.890 per liter.

Harga BBM BP dan Vivo Tak Berubah

Kondisi serupa juga terjadi di SPBU BP. Sejak awal Desember 2025, harga BBM BP belum mengalami penyesuaian. Rinciannya, BP Ultimate Rp13.630 per liter, BP 92 Rp13.000 per liter, serta BP Ultimate Diesel Rp15.250 per liter.

Adapun SPBU Vivo saat ini mencantumkan harga untuk dua produk BBM yang tersedia. Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi SPBU Vivo, harga Revvo 92 dipatok Rp13.000 per liter, sementara Diesel Primus Plus dijual Rp15.250 per liter.

Stabilnya harga BBM di berbagai SPBU ini dinilai menjadi faktor pendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, di tengah meningkatnya volume perjalanan dan aktivitas ekonomi.***

Komentar