Tanya Ustaz: Sudah Banyak Ibadah tapi Masih Gelisah,Apa Yang Salah? Simak Penjelasan Berikut

Tanya Ustaz: Sudah Banyak Ibadah tapi Masih Gelisah,Apa Yang Salah? Simak Penjelasan Berikut

menggapaiasa.com- Terkadang meskipun sudah banyak beribadah, hati kita masih merasa gelisah.

Apa penyebabnya?

Simak penjelasan Ustaz Teuku Umar, S.PD.I dalam Youtube Tribunnews mengenai hal tersebut.

Pertanyaan:

"Saya sudah sering ibadah, tapi kenapa masih gelisah?

Saya sholat, bahkan sholat sunnah, sholat tahajud, sholat dhuha sudah dikerjakan, tapi kenapa masih ada kecemasan?"

Jawaban:

"Bisa jadi ada beberapa faktor.

Yang pertaman sholat, perhatikan sholat.

Coba perhatikan bacaan sholat, perhatikan tata cara wudhumu.

Karena banyak kasus yang saya temukan di lapangan, mereka berwudhu saja masih punya masalah.

Letak niatnya tidak bisa membedakan mana talafudz bin niat, mana melapaskan niat, dan mana hakikat berniat.

Ketika sholatnya dia tidak tahu dimana letak niat, dia berpikir ushali itu adalah niat padahal, itu talafudz niat.

Talafudz niat hukumnya mustafa, melapaskan niat hukumnya sunnah, sedangkan yang menjadi rukunnya adalah niat.

Bisa jadi sholatnya bermasalah atau wudhunya belum beres.

Ada orang memikirkan mengusap rambut, padahal yang disuruh usap kepala.

Kebetulan rambut ada di atas kepala.

Kalau usap rambut bagaimana dengan orang yang botak? 

Artinya mengusap kepala bukan diambil ujung rambut, tapi usap rambutnya, ini tidak sah.

Maka perhatikan wudhu kita.

Kalau wudhu kita belum beres, sholat kita pun tidak diterima. 

Kemudian sholat kita belum beres, apa lagi? 

Sholat itu adalah miftahul ibadah.

Sholat adalah kunci dari semua ibadah. 

Banyak pun ibadah yang kita lakukan, tidak akan diterima oleh Allah kalau sholat kita belum beres.

Makanya Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Perintahkanlah keluarga untuk melaksanakan sholat, dan sabarlah di dalam sholat.

Sabar juga kalau ketika menyuruh sholat. 

Kami tidak minta rezeki dari kalian, Kami yang kasih kalian rezeki."

Itu adalah efek dan ketakwaan seseorang.

Sholat saya sudah benar, bisa jadi engkau ada yang di kedua.

Bagaimana engkau dengan orang tua?

Pernahkah bahasa menggoresi hatinya?

Bagi orang yang masih ada orang tua, segera minta maaf. 

Sering-sering minta maaf sama orang tua. 

Terkadang memang iya, orang tua kita suka ngomong tidak sesuai dengan pemikiran kita.

Dia suka membanggakan anaknya, tapi kita yang merasa malu.

Bagi kita, kita sudah S2, S3, profesor. 

Ingat, di hadapan orang tua kita tetaplah anak-anak.

Kita tidak punya hak untuk menceramahi orang tua kita.

Anggap saja orang tua kita itu adalah ibarat Qur'an lama.

Kenapa ibarat Qur'an lama? 

Dibaca tidak kelihatan, dibuang berdosa.

Jadi tunggu saja, kalau orang tua bilang 5 tambah 5, 12, iyakan saja.

Gunakan lisan orang yang dia segani agar dia bisa kembali kepada kebenaran itu sendiri.

Jangan kita merasa diri paling benar, sehingga memandang orang tua kita salah. 

Akhirnya menggoresi hatinya, bisa jadi itu menjadi indikasi kita tidak bahagia.

Selanjutnya, saya berbakti sama orang tua saya, bisa jadi engkau ada di yang ketiga. 

Sedekat apa engkau dengan Qur'an? 

Andaipun kamu tidak bisa, orang yang bisa gajarannya satu huruf digajar 10.

Tetapi orang yang tidak bisa digajar 20. 

Berarti orang yang tidak bisa tetapi dia tetap mau belajar, berusaha membaca Al-Qur'an walaupun salah, tetap Allah nilai selama dia belajar, tetap Allah beri dia 2 pahala, artinya berarti 20.

Apalagi dia baca di bulan Suci Ramadhan. 

Maka berusaha terus untuk belajar, menggali ilmu agar ketenangan itu datang.

Selanjutnya, coba perhatikan siapa teman-temanmu. 

Adakah teman-temanmu ahli maksiat atau ahli ibadat? 

Bisa jadi engkau terwarnai oleh teman-temanmu yang tidak mendukung keimananmu.

Teman-teman saya orang soleh semua, bisa jadi ada di yang berikutnya. 

Engkau tidak menerima ketentuan daripada Allah SWT.

Ya Allah, kenapa doa aku belum engkau kabulkan? 

Ya Allah, kenapa begini, Ya Allah, kenapa begitu?

Kita tidak menerima dari ketentuan Allah SWT.

Maka orang yang berburuk sangka kepada Allah, itu adalah sesuatu maksiat yang paling buruk.

Sedangkan, berbaik sangka kepada Allah adalah ibadah yang terbaik.

Rugi kita ibadah sepanjang masa, tetapi kita tidak yakin dengan siapa yang kita sembah, kepada Allah yang Maha Esa.

Oleh karena itu, ayo berbaik sangka, karena itu adalah dukungan untuk mencerminkan kebahagiaan di dalam diri insan yang mulia."

(menggapaiasa.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret Surakarta/Amyra Savina)

Posting Komentar untuk "Tanya Ustaz: Sudah Banyak Ibadah tapi Masih Gelisah,Apa Yang Salah? Simak Penjelasan Berikut"