Featured Post

Serangan udara Rusia ke Odesa merusak pelabuhan Pivdenny, pantai tercemar tumpahan minyak biji bunga matahari

Serangan udara Rusia ke Odesa merusak pelabuhan Pivdenny, pantai tercemar tumpahan minyak biji bunga matahari

KABAR CIREBON - Serangan udara Rusia yang bertubi-tubi ke wilayah Odesa menghancurkan sejumlah infrastruktur penting mili Ukraina. Beberapa wilayah di sana sudah beberapa hari mengalami pemadaman listrik bergilir.

Drone dan rudal Rusia, selain menghantam pangkalan militer di Odesa, juga merusak fasilitas Pelabuhan Pivdenny. Tampaknya militer Moskow punya target mengganggu sektor ekonomi Ukraina yang mengandalkan ekspor minyak biji bunga matahari.

Terbukti, serangan rudal Rusia merusak sejumlah tangki minyak biji bunga matahari yang ada di Odesa. Pertahanan udara Ukraina memang dibuat sibuk untuk menangkis serangan Rusia namun ada sebagian drone yang meledak dan memicu kebakaran.

Tumpahan minyak bunga matahari, yang disebabkan oleh bombardir udara Rusia, telah mencemari garis pantai di sekitar Kota Odesa di Ukraina selatan, membunuh satwa liar dan memicu peringatan dari para pemerhati lingkungan, lapor kantor berita AFP.

“Penyebabnya adalah kerusakan pada tangki minyak bunga matahari akibat serangan besar-besaran musuh terhadap infrastruktur pelabuhan, yang menyebabkan sebagian minyak tumpah,” kata Gubernur Odesa Oleh Kiper dalam sebuah pernyataan.

Pelabuhan Pivdenny di wilayah tersebut ditutup sementara pada hari Rabu untuk membantu pembersihan. Namun upaya itu jadi rumit karena serangan Rusia masih terus berlanjut.

Pada bagian laink, Pengadilan yang didukung Rusia di Ukraina yang diduduki menjatuhkan hukuman 19 tahun penjara kepada seorang pria Kolombia karena berperang untuk tentara Kiev.

Jaksa Agung Rusia mengatakan Mahkamah Agung di wilayah Donetsk Ukraina yang dikuasai Rusia menjatuhkan hukuman 19 tahun penjara kepada Oscar Mauricio Blanco Lopez, 42 tahun.

Pria Kolombia itu tiba di Ukraina pada Mei 2024 untuk mendaftar di tentara Ukraina dan telah “ditawan oleh tentara Rusia” pada Desember 2025.

Keberadaan tentara bayaran bukan hal yang aneh pada perang Rusia-Ukraina. Kedua negara membuka kesempatan bagi warga negara asing untuk mendaftar sebagai tentara bayaran.***

Komentar