- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Featured Post
Rudal hipersonik Kinzhal Rusia menyerang selatan Ukraina, pemadaman listrik terjadi di Odesa dan Mykolaiv
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
KABAR CIREBON - Militer Rusia kembali menyerang Ukraina dengan menggunakan rudal hipersonik Kinzhal. Kali ini yang menjadi target serangan Rusia, wilayah selatan Ukraina.
Serangan rudal Rusia mengganggu pasokan listrik di Odesa dan Mykolaiv. Selain tidak mendapatkan penerangan listrik, warga setempat sulit memperoleh pasokan air.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mencatat serangan Rusia semalam terhadap Ukraina mencakup lebih dari 450 pesawat tak berawak dan 30 rudal.
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rusia mengatakan, pihaknya menyerang fasilitas industri dan energi Ukraina dengan rudal hipersonik Kinzhal.
Peluncuran Kinzhal itu, disebut Kemenhan Rusia, sebagai respons atas serangan militer Ukraina yang menyasar sejumlah wilayah sipil di Rusia.
Dua orang tewas dalam serangan pesawat tak berawak Ukraina di kota Saratov, Rusia, kata Gubernur regional Roman Busargin dalam sebuah pernyataan di Telegram. Sejumlah orang yang tidak disebutkan jumlahnya juga terluka dalam serangan itu.
Seusai serangan Ukraina, militer Rusia menghujani Kota Odesa, dan wilayah sekitarnya dengan rudal. Akibatnya warga Odesa mengalami pemadaman listrik besar-besaran. Diperkirakan lebih dari satu juta rumah tangga tanpa listrik semalam.
Perdana Menteri Ukraina, Yulia Svyrydenko menggambarkan serangan itu sebagai salah satu serangan terbesar dalam perang di Odesa, di mana pasokan listrik dan air telah terputus. Dia mengatakan pasokan air non-minum sedang dibawa ke beberapa wilayah kota.
Operator jaringan listrik Ukraina mengatakan bahwa sebagian besar rumah tangga tanpa listrik di wilayah selatan Odesa dan Mykolaiv, dan bahwa bagian wilayah garis depan Kherson yang dikuasai Ukraina sama sekali tanpa listrik.
Angkatan laut Ukraina menuduh Rusia menggunakan drone untuk sengaja menyerang kapal sipil Turki Viva, yang membawa minyak bunga matahari ke Mesir, sehari setelah Moskow menyerang dua pelabuhan Ukraina.
Tidak ada satu pun dari 11 warga negara Turki di atas kapal yang terluka, dan kapal tersebut melanjutkan perjalanannya ke Mesir. Sebelumnya, dilaporkan juga bahwa tiga kapal Turki rusak dalam serangan terpisah.
Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di Ukraina untuk sementara kehilangan seluruh pasokan listrik dari luar lokasi semalaman untuk ke-12 kalinya selama konflik, karena aktivitas militer yang memengaruhi jaringan listrik, menurut Rafael Mariano Grossi, direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA).***
Komentar
Posting Komentar