Featured Post

Review Stranger Things 5 Bagian I, Nostalgia dan Banyak Kejutan!

Stranger Things 5 banyak menghadirkan banyak kejutan! Musim terakhir Stranger Things ini bukan hanya tentang pertempuran, tetapi juga perjalanan akhir anak-anak pemberani menyelamatkan kota Hawkins.

Di akhir season 4, kita sudah mengetahui bahwa musuh utama yang membawa kekacauan di Stranger Things adalah Vecna. Untuk mengalahkan Vecna juga tidak mudah. Kekuatan Eleven, atau Jane Hopper, tidak cukup melawan Vecna. Ia mungkin membutuhkan bantuan kekuatan dari subjek lain.

Sementara itu, beberapa karakter tewas karena membantu Mike dan kawan-kawan. Ada Eddie Munson yang mengorbankan diri setelah berhasil menyelamatkan Dustin. Kemudian Dr. Martin Brenner yang ditembak mati oleh tentara, dan Max Mayfield yang sempat mati, namun berhasil dihidupkan kembali oleh Eleven. Kini ia masih terbaring koma.

Mungkin di Stranger Things 5 akan ada karakter-karakter lain yang harus berkorban dan berakhir mati. Ini menegaskan bahwa tidak semua orang akan selamat dari pertempuran ini. Tujuan akhir dari pertarungan ini adalah menutup Upside Down sepenuhnya.

Tulisan ini mungkin mengandung sedikit spoiler bagi yang belum menonton Stranger Things 5 bagian I. Ada beberapa hal yang perlu diingat pada paruh awal Stranger Things 5. Pertama, Will Byers masih terhubung dengan Upside Down. Ia bisa merasakan dan melacak Vecna dari kejauhan.

Kedua, El atau Jane Hopper yang memiliki kekuatan seperti Vecna juga mempunyai kelemahan. Ia tidak bisa terus menerus menggunakan kekuatannya karena akan kelelahan secara mental dan fisik. Ketiga, Max Mayfield yang masih koma dan terjebak di Upside Down. Meski secara fisik koma, Max bisa merasakan emosi di sana dan kemungkinan bisa menjadi sumber kekuatan tak terduga bagi El. Keempat, masa lalu Vecna atau Henry yang menjadi fondasi cerita awal tragedi besar.

Selain itu, karakter lain seperti Jim Hopper sebagai pemimpin lapangan sekaligus pelindung El, Dustin yang cerdas dalam merumuskan rencana, Nancy yang pemberani, dan juga Steve yang selalu bisa menjadi andalan banyak membantu di season terakhir ini.

Fokus cerita Stranger Things 5 bukan lagi pada strategi bertahan atau kekacauan, tetapi perang terbuka terhadap Vecna. Pada bagian awal, Mike dan kawan-kawan lebih fokus membuat rencana mencari Vecna, namun mereka tidak menyadari ada ancaman militer.

Will, Jonathan, dan Joyce kembali ke Hawkins dan tinggal sementara dengan keluarga Mike. Sementara El dan Hopper fokus latihan pemulihan kekuatan fisik El. Tak lupa juga dengan karakter Murray yang sangat berkontribusi besar dalam pengadaan alat dan persenjataan.

Semua karakter berkumpul dan terbagi menjadi tiga tim. Ada tim Mike, Will, Lucas, Joyce, Robin, Erica, dan Murray yang menjaga anak-anak agar tidak hilang diculik Vecna. Kemudian Steve, Nancy, Jonathan, dan Dustin yang menerobos masuk Upside Down. Terakhir, El dan Jim Hopper yang sudah berada di Upside Down dan mencoba melawan militer.

Stranger Things 5 juga menghadirkan karakter baru yang membuat cerita makin kompleks. Holly, adik Mike dan Nancy, ikut terlibat ke Upside Down. Hal ini tentu tidak dapat diprediksi oleh Mike. Selain itu, Derek Turnbow yang merupakan teman Holly juga ikut terseret di tengah cerita. Ia menjadi salah satu warga yang mungkin bisa menjadi umpan atau kunci di season terakhir ini.

Beberapa karakter antagonis lain dari pihak militer juga muncul mencurigakan, yaitu Dr. Kay yang punya misi menghentikan Upside Down dengan cara yang ekstrem. Satu lagi Letnan Akers yang menjadi bawahan Dr. Kay. Ia sosok misterius dan kemungkinan cukup terlatih secara fisik.

Hal yang paling mengejutkan di Stranger Things 5 adalah bagaimana Will Byers diangkat menjadi poros cerita. Bukan hanya sekadar merasakan Vecna, Will menunjukkan kemampuan baru yang mengerikan. Karakter Eleven bahkan tidak terlalu menonjol di pembukaan season ke-5 ini. Mungkin saja Will bisa membantu El untuk mengalahkan Vecna.

Pola cerita Stranger Things 5 bagian I agak berbeda dengan season sebelumnya. Pada season 1 dan 2 fokus pada misteri kecil dan kental dengan nuansa persahabatan. Di season 3, anak-anak mulai tumbuh remaja, namun action dan horor dalam drama ini tetap menegangkan.

Pada season 4, meski banyak kilas balik masa lalu, season ini cukup menyedihkan dan membekas dengan karakter Eddie dan Henry. Sementara di season terakhir ini terasa lebih dewasa dengan pengembangan karakter yang lebih kuat. Setiap adegan bertujuan untuk mengalahkan Vecna.

Untuk kualitas visual dan sinematografi tidak usah diragukan lagi karena ini yang menjadi daya tarik dari Stranger Things sejak awal. Nuansa 80-an yang ikonik masih terasa hingga musim terakhir. Jika pada season 3 nuansanya cerah dan bersemangat, season 4 lebih gelap, di season terakhir ini terasa dingin dan tertekan di Upside Down.

Nuansa horor, thriller, dan supernatural masih sama seperti season sebelumnya. Demogorgon, monster yang sering muncul ini selalu berhasil bikin kaget. Bagian kedua dan ketiga dari season terakhir Stranger Things 5 ini tentu layak untuk ditunggu. Meski ada karakter baru, plot cerita tidak berubah dan lebih berani.

Komentar