Ratusan hektare sawah terendam banjir, petani di Jatitujuh Majalengka terancam gagal tanam - MENGGAPAI ASA

Ratusan hektare sawah terendam banjir, petani di Jatitujuh Majalengka terancam gagal tanam

PIKIRAN RAKYAT - Ratusan hektare sawah yang baru ditanami bibit padi selama seminggu di sejumlah desa di Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Maja­lengka, terendam banjir sejak tiga hari lalu. Akibatnya, para petani diperkirakan bakal mengalami gagal tanam.

Menurut sejumlah petani di Desa Panyingkiran, Desa Sumber Kulon, dan Desa Jatitujuh, sawah mereka te­lah terendam air selama tiga hari. Hal itu terjadi akibat curah hujan yang cukup ting­gi sehingga Sungai Ci­bua­ya yang sudah dangkal dan menyempit tidak mampu menampung air kiriman dan derasnya hujan yang terjadi setiap hari.

Ketinggian air di sawah mencapai kurang lebih 40 hingga 50 sentimeter hingga menutupi tanaman padi yang rata-rata baru berusia seminggu. Para petani kha­watir mereka akan menga­lami gagal tanam dan terpaksa harus membuat persemaian untuk tanam ulang, karena sisa bibit di perse­maian pun ikut terendam.

”Airnya dari luapan Su­ngai Cibuaya dan Wahangan. Sebagian airnya juga dari ka­wasan BIJB. Hal itu juga di­per­parah dengan berdirinya pabrik di tengah sawah,” ujar Opik, salah seorang petani, Minggu, 28 Desember 2025.

Sementara itu, Misbah, pe­tani lainnya, mengatakan bahwa banjir yang melanda dan menggenangi areal persawahan di kawasan Biya­wak dan Panyingkiran kerap terjadi setiap tahun.

Solu­si­nya telah dibahas, yakni melakukan normalisasi Su­ngai Cibuaya dan membuat saluran air yang memadai di kawasan BIJB. Namun, hal itu tidak kunjung dilakukan sehingga banjir terus melanda sawah petani.

”Untuk Saluran Induk Ci­pelang, sudah dilakukan normalisasi. Namun, untuk Ci­bua­ya yang menjadi penyebab banjir tahunan dan me­rusak sawah petani belum ju­ga digarap. Setiap tahun di saat musim tanam rendeng, petani terus merugi, karena sawahnya kebanjiran. Sebagian terpaksa harus mengulang tanam,” ujarnya.

Banjir Tahunan

Koordinator PPL Kecamatan Jatitujuh Wahyudin membenarkan adanya ratus­an hektare sawah petani yang terendam banjir dan itu terjadi setiap tahun saat mu­sim tanam rendeng. Saat ini, ada seluas 193 hektare lahan sawah yang terendam dan 225 hektare dinyatakan waspada.

Sawah yang terendam ban­jir di antaranya berada di Desa Babadjurang, Desa Panyingkiran, Desa Biyawak, Desa Jatitujuh, Desa Jatite­ngah, Desa Jatiraga, Desa Pilangsari, Desa Sumber Kulon, dan Desa Sumber Wetan. Ketinggian airnya ber­variasi. Demikian juga de­ngan usia tanaman padi milik petani. Ada yang baru ber­usia tiga hari, seminggu, dan menjelang pemupukan pertama.

Wahyudin menyebutkan, banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Jatitujuh ini adalah banjir tahunan yang belum juga tera­tasi, yakni akibat luapan air Sungai Cibuaya yang ke ba­gian hilirnya yaitu ke wilayah Indramayu semakin me­nyem­pit.

”Kalau hujan terus turun se­tiap hari, kemungkinan sa­wah akan terus terendam ban­jir. Apalagi jika BMKG menyebutkan bahwa curah hujan tinggi selama beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Namun, ia mengaku belum menghitung berapa nilai kerugian yang diderita para petani. Ia pun berharap, curah hujan akan berkurang sehingga tanaman padi petani masih bisa terselamatkan. Namun, jika sawah terendaman cukup lama, dimungkinkan tanaman akan membusuk dan petani terpaksa harus tanam ulang.

”Sekarang sudah mendung lagi, menandakan hujan akan turun. Namun, tetap berharap ta­nam­an bisa diselamatkan,” ujarnya.***

Posting Komentar untuk "Ratusan hektare sawah terendam banjir, petani di Jatitujuh Majalengka terancam gagal tanam"