- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Featured Post
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Ringkasan Berita:
- Perang Rusia–Ukraina memasuki hari ke-1.399, menyusul ketegangan yang berakar sejak bubarnya Uni Soviet pada 1991.
- Presiden AS Donald Trump menyebut pembicaraan perdamaian Ukraina berjalan "baik-baik saja", sementara Zelenskyy menilai draf proposal AS memenuhi banyak tuntutan Kyiv.
- Konflik ini kini bukan hanya soal wilayah, tetapi juga persaingan geopolitik dan pertaruhan tatanan keamanan internasional, dengan jalan menuju perdamaian yang masih panjang.
menggapaiasa.comPerang Rusia–Ukraina memasuki hari ke-1.399 pada Selasa (23/12/2025).
Konflik ini bermula dari ketegangan yang tersisa setelah Uni Soviet bubar pada 1991.
Sejak Ukraina merdeka, hubungan dengan Rusia tidak pernah stabil, penuh perebutan pengaruh dan saling curiga.
Puncaknya terjadi pada 2014, ketika Revolusi Euromaidan menggulingkan pemerintah Ukraina yang dekat dengan Rusia.
Tak lama setelah itu, Rusia menganeksasi Krimea dan mendukung kelompok separatis di Donbas.
Ketegangan ini berubah menjadi perang besar pada Februari 2022, saat Rusia menginvasi Ukraina.
Hingga kini, pertempuran masih berlangsung tanpa kepastian kapan akan berakhir.
Terkini, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan untuk mengakhiri perang berjalan "baik-baik saja".
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut draf awal proposal perdamaian AS memenuhi banyak tuntutan Kyiv.
Konflik yang awalnya soal wilayah kini menjadi pertarungan kepentingan geopolitik, persaingan narasi global, dan masa depan keamanan internasional.
Para analis menilai masalahnya sangat rumit, sehingga jalan menuju perdamaian masih jauh dan penuh rintangan.
Berikut rangkuman perkembangan terbaru perang Rusia–Ukraina pada hari ke-1.399 pada Selasa (23/12/2025):
1. Serangan Rusia Hantam Pelabuhan Odesa
Pasukan Rusia menyerang pelabuhan Odesa di Laut Hitam Ukraina pada Senin (22/12/2025) malam.
"Serangan merusak fasilitas pelabuhan serta sebuah kapal," kata gubernur regional, dikutip dari The Guardian.
Ini merupakan serangan kedua di wilayah tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.
Gubernur Oleh Kiper mengatakan di Telegram tim darurat sedang menangani dampak serangan.
Ia menambahkan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, tetapi tidak memberikan detail lebih lanjut.
Serangan sebelumnya menghantam infrastruktur pelabuhan dan energi di wilayah Odesa.
Kebakaran terjadi di pelabuhan utama dan pasokan listrik bagi puluhan ribu orang terganggu.
“Rusia berupaya mengganggu logistik maritim dengan melancarkan serangan sistematis terhadap infrastruktur pelabuhan dan energi,” kata Wakil Perdana Menteri Oleksiy Kuleba di Telegram.
2. Jenderal Rusia Tewas Bom Mobil di Moskow
Seorang jenderal Rusia tewas setelah sebuah alat peledak meledak di bawah mobilnya.
Moskow menggambarkan peristiwa ini sebagai kemungkinan pembunuhan oleh dinas intelijen Ukraina, lapor Pjotr Sauer.
Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, Kepala Direktorat Pelatihan Operasional Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, meninggal akibat luka-luka yang dideritanya.
“Para penyelidik sedang menyelidiki berbagai kemungkinan terkait pembunuhan tersebut," kata juru bicara komite investigasi Rusia.
Saluran Telegram Rusia yang terkait dengan dinas keamanan melaporkan mobil Sarvarov meledak saat melaju di jalanan Moskow sekitar pukul 07.00 waktu setempat pada hari Senin (22/12/2025).
Ukraina belum mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
3. Trump Sebut Pembicaraan Perdamaian Ukraina Lancar
Donald Trump mengatakan pembicaraan untuk mengakhiri perang Ukraina berjalan "baik-baik saja".
Sehari sebelumnya, Steve Witkoff, menggambarkan diskusi AS dengan perwakilan Ukraina dan Eropa di Florida sebagai "produktif dan konstruktif".
"Pembicaraan berjalan lancar," kata Trump di resor Mar-a-Lago miliknya di Florida pada hari Senin (22/12/2025).
"Kami sedang berbicara. Semuanya berjalan baik."
Ketika ditanya apakah ia berencana berbicara dengan Volodymyr Zelensky atau Vladimir Putin, Trump tidak menjawab.
Ia hanya mengatakan tentang pertempuran tersebut: "Saya ingin melihatnya dihentikan."
4. Zelensky Nilai Proposal Perdamaian AS Solid
Zelensky mengatakan draf awal proposal AS untuk kesepakatan perdamaian memenuhi banyak tuntutan Kyiv.
Ia mengisyaratkan kedua pihak kemungkinan tidak akan mendapatkan semua yang mereka inginkan dalam pembicaraan penyelesaian.
“Secara keseluruhan, tampaknya cukup solid pada tahap ini,” kata presiden Ukraina pada hari Senin (22/12/2025).
“Ada beberapa hal yang mungkin belum siap kami hadapi, dan saya yakin ada hal-hal yang juga belum siap dihadapi oleh Rusia.”
Trump mendorong kesepakatan perdamaian selama berbulan-bulan, tetapi menghadapi tuntutan yang sangat bertentangan dari Moskow dan Kyiv.
5. Kremlin: Pembicaraan AS-Rusia Belum Terobosan
Moskow mengatakan pembicaraan paralel antara Rusia dan AS di Miami pada akhir pekan lalu tidak boleh dianggap sebagai terobosan.
“Ini adalah proses kerja,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
Kantor berita Izvestia mengutip pernyataannya yang diterbitkan pada Selasa (23/12/2025).
Diskusi diharapkan berlanjut dalam format yang “teliti.”
Prioritas Rusia adalah mendapatkan rincian kerja sama Washington dengan Eropa dan Ukraina mengenai kemungkinan penyelesaian.
Moskow akan menilai sejauh mana gagasan tersebut sesuai dengan “semangat Anchorage,” setelah pertemuan Trump-Putin di Alaska pada bulan Agustus.
6. Warga Hrabovske Dibawa Pasukan Rusia, Zelensky Tanggapi
Zelensky mengatakan penduduk desa perbatasan yang dibawa ke Rusia oleh pasukan Moskow telah berinteraksi dengan tetangga mereka selama bertahun-tahun tanpa insiden.
Presiden Ukraina pada hari Senin (22/12/2025) mengonfirmasi laporan media bahwa penduduk desa Hrabovske, rumah bagi 52 orang, dibawa pergi oleh pasukan Rusia.
“Saya pikir mereka tidak menyangka pasukan Rusia akan begitu saja masuk dan membawa mereka pergi sebagai tawanan,” kata Zelensky.
“Tapi itulah yang terjadi.”
Kremlin belum berkomentar tentang situasi tersebut.
Tentara Ukraina mengatakan sedang berjuang melawan upaya terobosan Rusia di wilayah timur laut Ukraina.
Pasukan Rusia baru-baru ini merebut beberapa desa di dekat perbatasan.
(menggapaiasa.com/Andari Wulan Nugrahani)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar