Listrik Pascabayar dan Prabayar: Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Rumah? - MENGGAPAI ASA

Listrik Pascabayar dan Prabayar: Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Rumah?

menggapaiasa.comKetika memilih layanan listrik untuk rumah, PLN menyediakan dua opsi berlangganan yang bisa digunakan masyarakat.

Pilihan tersebut adalah listrik prabayar dan listrik pascabayar. Keduanya punya cara kerja berbeda dan masing-masing menawarkan kemudahan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan setiap rumah tangga.

Agar lebih mudah menentukan pilihan, berikut penjelasan ringkas mengenai sistem kerja, perbedaan biaya, dan siapa saja yang cocok memakai masing-masing layanan.

Cara kerja listrik prabayar dan pascabayar

Perbedaan paling mendasar terletak pada waktu pembayaran dan cara pelanggan mengatur penggunaan listrik.

Listrik prabayar mengharuskan pelanggan membeli token terlebih dahulu sebelum dapat menggunakan listrik. Nilai token menentukan berapa kWh yang bisa dipakai. Ketika token habis, listrik otomatis mati dan harus diisi ulang sebelum bisa digunakan kembali.

Sementara itu, listrik pascabayar memiliki skema memakai listrik lebih dulu, lalu membayar di akhir bulan sesuai pemakaian. Sistem ini tidak membutuhkan token sehingga pelanggan tidak perlu melakukan pengisian berkala.

Meski begitu, per 1 November 2025, baik tarif listrik prabayar dan pascabayar per kWh masih memiliki tarif yang sama. Contohnya, untuk rumah tangga nonsubsidi dengan daya 1.300 VA, tarifnya Rp 1.444,70 per kWh. Biaya pasang baru daya 1.300 VA juga sama, yaitu Rp 1.218.000.

Pada sistem pascabayar, pelanggan bisa dikenakan denda apabila terlambat membayar. Pada sistem prabayar, tidak ada denda keterlambatan tetapi risiko listrik padam bisa terjadi jika token habis dan belum diisi.

Sistem langganan mana yang cocok untuk rumah?

Setiap rumah memiliki pola konsumsi listrik yang berbeda. Berikut beberapa pertimbangan agar lebih mudah menentukan sistem yang paling sesuai.

1. Rumah dengan penghuni tetap dan pemakaian stabil

Pascabayar lebih praktis karena pelanggan cukup membayar satu kali setiap akhir bulan. Tidak ada risiko listrik mati karena kehabisan token.

2. Rumah kontrakan atau tempat tinggal dengan mobilitas tinggi

Prabayar lebih fleksibel karena pemakai bisa mengontrol pengeluaran harian sekaligus menghindari tagihan yang tidak terduga. Sistem ini juga lebih mudah diterapkan ketika penghuni tinggal sementara.

3. Keluarga yang ingin mengatur anggaran bulanan secara ketat

Prabayar memberikan kendali penuh terhadap konsumsi listrik. Pengguna bisa menyesuaikan nilai token sesuai kebutuhan dan kondisi keuangan.

4. Pengguna yang tidak ingin repot mengisi ulang

Pascabayar lebih nyaman karena tidak membutuhkan pengisian token. Pelanggan dapat memakai listrik tanpa interupsi selama pembayaran dilakukan tepat waktu.

Tips mengelola konsumsi listrik atau ingin beralih sistem

Jika ingin beralih dari listrik prabayar ke pascabayar atau sebaliknya, Anda bisa mengajukan lewat aplikasi PLN Mobile atau kantor layanan PLN terdekat.

Aplikasi PLN Mobile juga membantu pelanggan memantau pemakaian dan tagihan. Untuk pengguna prabayar, atur waktu pembelian token agar tidak kehabisan mendadak.

Untuk kenyamanan transaksi, pembelian token maupun pembayaran tagihan kini bisa diselesaikan secara online. Salah satunya, melalui aplikasi GoPay. Tersedia berbagai promo dan cashback yang membuat pembayaran listrik lebih hemat dan praktis.

Listrik prabayar maupun pascabayar menawarkan kelebihan masing-masing. Prabayar cocok bagi yang ingin kontrol penuh dan fleksibilitas dalam mengatur anggaran. Pascabayar lebih sesuai untuk pengguna yang mengutamakan kenyamanan tanpa perlu memikirkan isi ulang.

Apa pun pilihan Anda, pastikan disesuaikan dengan kebutuhan rumah dan pola konsumsi listrik harian. Jangan lupa manfaatkan aplikasi GoPay untuk bayar tagihan atau isi token PLN murah dengan cepat dan aman. Transaksi jadi lebih praktis, Anda bisa fokus pada pengelolaan energi di rumah.

Posting Komentar untuk "Listrik Pascabayar dan Prabayar: Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Rumah?"