Featured Post

Kota Kremenchuk dan Chernihiv jadi target serangan udara Rusia, militer Ukraina cegat 30 rudal Kinzhal Moskow

Kota Kremenchuk dan Chernihiv jadi target serangan udara Rusia, militer Ukraina cegat 30 rudal Kinzhal Moskow

KABAR CIREBON - Hampir seluruh kota di Ukraina terkena serangan rudal dan drone Rusia. Semalam, pertahanan Ukraina dibuat sibuk untuk menangkis 653 pesawat nirawak dan 51 rudal Rusia.

Militer Ukraina mengklaim, dari serangan Rusia tersebut, pihaknya berhasil menembak jatuh 585 pesawat nirawak dan 30 rudal. Namun, ledakan besar terjadi di Kota Kremenchuk, Ukraina tengah.

Media Kiev Independent melaporkan, serangan skala besar yang dilakukan Rusia terjadi di Kota Kremenchuk. Akibat serangan itu, beberapa wilayah mengalami pemadaman listrik.

Disebutkan, rudal Moskow datang silih berganti dengan target yang acak. Ada delapan wilayah, yang warganya tidak mendapatkan pasokan listrik dan pemanas.

"Rudal Rusia juga menyebabkan pemadaman listrik dan memaksa pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) untuk memutus aliran listrik," kata para pejabat dan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Fasilitas pembangkit listrik dan pemanas di wilayah Chernihiv, Zaporizhia, Lviv, dan Dnipropetrovsk menjadi sasaran serangan tersebut, sementara fasilitas pelabuhan di kota Odessa di Laut Hitam juga rusak, menurut pemerintah Ukraina.

Perusahaan kereta api negara Ukraina, Ukrzaliznytsia, pusat kereta api di dekat ibu kota Kiev, juga terkena serangan, dengan kerusakan pada depo dan gerbong kereta. Tidak ada laporan korban jiwa akibat serangan di Kota Fastov.

IAEA mengatakan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia Ukraina, yang berada di bawah kendali Rusia, untuk sementara kehilangan semua pasokan listrik di luar lokasi semalam karena aktivitas militer yang meluas.

Dikatakan bahwa pembangkit listrik tersebut terhubung kembali ke saluran listrik 330 kilowatt setelah pemadaman selama setengah jam, tetapi saluran listrik 750 kilowatt masih terputus.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi serangan tersebut pada hari Sabtu, dengan mengatakan bahwa pasukannya melancarkan "serangan besar-besaran" sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya serangan Ukraina terhadap sasaran sipil di Rusia.

Kementerian tersebut mengatakan serangan tersebut menggunakan senjata berbasis udara dan darat berpresisi tinggi dan jarak jauh, termasuk rudal hipersonik Kinzhal dan drone jarak jauh.

Kementerian juga mengatakan pertahanan udaranya telah menembak jatuh 116 drone Ukraina di wilayah Rusia semalam hingga Sabtu.

Sementara itu, militer Ukraina mengatakan bahwa pasukannya telah menyerang kilang minyak Ryazan milik Rusia, serta pabrik pembuatan selongsong peluru yang terletak di Alchevsk, di wilayah Luhansk yang diduduki Rusia.

Militer Ukraina juga membantah klaim Rusia bahwa mereka telah mengepung Kota Pokrovsk dan Myrnohrad yang diperangi di wilayah Donetsk, menurut Kiev Independent. Militer mengatakan bahwa unit pertahanannya memperluas rute logistik dan mempertahankan kendali atas posisi-posisi kunci di wilayah tersebut.***

Komentar