Konflik Thailand-Kamboja meluas ke Laos, seruan gencatan senjata Trump cuma omong kosong?
Konflik Thailand-Kamboja Meluas ke Laos, Seruan Gencatan Senjata Trump Cuma Omong Kosong?
Ringkasan Berita:
- Thailand memutus jalur pasokan bahan bakar melalui Laos di tengah kekhawatiran bahwa pasokan dialihkan ke Kamboja seiring meningkatnya pertempuran perbatasan.
- Kamboja menuduh Thailand membom daerah-daerah di dekat kuil Angkor.
- Thailand membantah adanya pembicaraan gencatan senjata meskipun ada klaim dari Trump, sementara bentrokan di perbatasan yang disengketakan telah menyebabkan ribuan orang mengungsi.
menggapaiasa.com Konflik antara sesama negara Asia Tenggara, Thailand dan Kamboja dilaporkan meluas ke Laos.
Hal itu setelah Militer Thailand mengatakan telah menghentikan pengiriman bahan bakar yang melewati pos pemeriksaan perbatasan dengan Laos karena kekhawatiran bahan bakar tersebut dialihkan ke Kamboja.
Dampaknya, pasokan bahan bakar yang menuju ke Laos menjadi tersendat di tengah kebutuhan akan energi negara tersebut.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Laksamana Muda Surasant Kongsiri, mengatakan, negaranya tidak memiliki niat untuk membuat Laos susah karena terimbas konflik ini.
"Niat kami bukanlah untuk menimbulkan dampak pada rakyat atau pemerintah Laos," kata dia dilansir WN, Selasa (16/12/2025).
Adapun Kementerian Luar Negeri Laos belum mengeluarkan pernyataan.
Kamboja Tuding Thailand Membom Provinsi Tempat Kuil Angkor Berada
Kamboja menuduh Thailand menyerang jauh di dalam wilayahnya, membom provinsi yang merupakan rumah bagi kuil Angkor yang berusia berabad-abad.
Sehari sebelumnya, militer Thailand mengatakan kalau mereka melancarkan serangan baru terhadap Kamboja untuk "merebut kembali wilayah kedaulatan."
Militer Thailand melaporkan bentrokan "tegang" di situs-situs kuil yang dipersengketakan, termasuk Prasat Ta Krabey dan Prasat Ta Muen Thorn.
Sementara Kamboja menuduh Thailand menyerang tiga desa di provinsi Banteay Meanchey dan melakukan serangan udara.
Penyebab Konflik Thailand dan Kamboja
Thailand dan Kamboja - bersengketa mengenai garis demarkasi era kolonial di perbatasan mereka sepanjang 800 kilometer (500 mil).
Kedua negara juga mengklaim tanah di sekitar Kuil Preah Vihear abad ke-11 sebagai milik mereka.
Awal tahun ini, kedua pihak saling baku tembak di dekat wilayah perbatasan yang disengketakan dan seorang tentara Kamboja tewas.
Bentrokan hebat kemudian meletus dan berlanjut selama kurang lebih seminggu.
Bentrokan itu menewaskan 43 orang dan memaksa sekitar 300.000 orang mengungsi.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump turun tangan dengan menggunakan perdagangan sebagai taktik negosiasi dan gencatan senjata pun diumumkan.
Namun belakangan, Thailand dan Kamboja saling menuduh melakukan tindakan yang menyebabkan runtuhnya gencatan senjata yang dimediasi Trump pada Juli tersebut.
Klaim Gencatan Senjata Trump Cuma Omong Kosong?
Di satu sisi, Angkatan Darat Kerajaan Thailand mengatakan kalau mereka "tidak pernah menyebutkan" gencatan senjata.
Mereka juga menyatakan kalau "tidak ada rencana" untuk menghentikan pertempuran.
Di sisi lain, Kamboja mengklaim bahwa Thailand menyebarkan berita palsu.
Pada 13 Desember, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Perdana Menteri Thailand dan Kamboja siap untuk perdamaian dan setuju untuk menghentikan pertempuran.
Dia mengatakan telah berbicara dengan para pemimpin kedua negara melalui telepon.
Apa Pemicu Bentrokan Terbaru pada November-Desember?
Bentrokan baru dipicu setelah seorang tentara Thailand terluka akibat ranjau darat, yang diduga ditempatkan di dekat wilayah perbatasan yang disengketakan oleh Kamboja, pada bulan November.
Kamboja membantah klaim tersebut, tetapi tentara Thailand itu kemudian meninggal dunia, yang mendorong Thailand untuk melancarkan serangan udara.
Lebih dari setengah juta orang telah mengungsi akibat pertempuran tersebut, yang telah menewaskan sedikitnya 38 orang di kedua pihak selama delapan hari terakhir.
Posting Komentar untuk "Konflik Thailand-Kamboja meluas ke Laos, seruan gencatan senjata Trump cuma omong kosong?"
Posting Komentar